"Booming" Mobil Listrik China, Buka Peluang Pemasok Jepang

Kompas.com - 31/07/2017, 08:23 WIB
Ilustrasi mobil listrik Thailand. Bangkokpost.comIlustrasi mobil listrik Thailand.
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Terus tumbuhnya mobil listrik di China, membuka peluang baru bagi perusahan pemasok suku cadang berskala kecil dan sedang di Jepang. Kebutuhan pasokan komponen khusus dibutuhkan untuk bisa mengatasi tantangan teknologi yang cukup unik dari jenis kendaraan tersebut.

Salah satunya Shigehara, yang telah menerima pesanan dari 10 perusahaan China, untuk merancang dan membangun prototipe transmisi untuk kendaraan listrik. Keunggulan perusahaan yang berbasis di Osaka ini, diklaim sangat presisi ketika membuat komponen mobil balap.

Transmisi konvesional, yang menyesuaikan output mesin dan mentransfer energi secara efisien ke roda, tidak diperlukan pada kendaraan listrik, yang digerakkan oleh motor, mengutip Nikkei, Minggu (30/7/2017). 

Namun, Presiden Shigehara mengatakan, transmisi bisa memungkinkan baterai dengan motor yang lebih kecil, untuk menghemat bahan bakar lebih dari 10 persen. Mereka juga bisa membantu mengatasi tantangan, untuk memperluas jangkauan (jarak tempuh) kendaraan listrik penumpang dan komersial.

Prototipe transmisi ini hanya menghasilkan penjualan beberapa juta yen atau ratusan juta rupiah saja. Kaena itu, mereka bermaksud untuk mematenkan teknologi dan menjual lisensi, demi mengejak sumber pendapatan baru. Secara terpisah, perusahaan sedang mengembangkan mekanisme transmisi baru untuk kendaraan listrik.

Alumunium dan Logam

Kemudian perusahaan aluminium-casting Tajima Light Metal, yang berbasis di Saitama, akan membentuk usaha patungan dengan produsen China mulai tahun ini. Usaha ini diharapkan bisa mendirikan pabrik di Provinsi Liaoning pada Oktober 2019.

Perusahaan ini memiliki pengecoran cetakan pasir yang kuat, serta berharap bisa memenangkan pesanan suku cadang prototip untuk kendaraan listrik. Baterai dan casing motor untuk kendaraan listrik, perlu dibentuk agar sesuai dengan desain kendaraan tertentu. Mereka harus disegel tapi harus mampu mengusir panas.

Lebih dari 200 prototip diperlukan untuk setiap produk. Pembuat baterai dan komponen lainnya meminta sejumlah kecil casting alumunium untuk berbagai model. Namun, tidak banyak perusahaan di China yang bisa mengakomodasi permintaan tersebut.

Beberapa perusahaan dari Jepang memperluas jejak kaki mereka di China. Kemudian, Tanaka Kikinzoku Kogyo yang berbasis di Tokyo, mulai mengirimkan logam mulia yang digunakan pada saklar elektronik onboard, dari pabrik Provinsi Zhejiang pada akhir 2016, dan berencana melakukan double output pada 2018.

Saklar, yang dikenal sebagai automotive relay, membutuhkan kemampuan untuk menahan perubahan suhu dan getaran di dalam kabin. Kendaraan listrik yang menggabungkan lebih banyak elektronik onboard daripada mobil tradisional, sehingga akan meningkatkan pasokan di tengah ledakan mobil listrik.

Pemerintah China saat ini sedang memperketat peraturan lingkungan, permintaan kendaraan listrik terlihat terus berkembang di China. Penjualan di sana akan mencapai 868.000 unit pada 2025.

Namun, doa berbeda nampaknya harus dipanjatkan untuk industri dalam negeri. Jangan sampai ketika mobil listrik mulai populer, pemasok asing yang malah membanjiri, bukan supplier dalam negeri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X