Kompas.com - 16/05/2017, 13:42 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Beda dengan segmen mobil bekas (mobkas) reguler, pasar mobkas premium yang kebanyakan didominasi oleh merek asal Eropa ternyata belum menunjukan tren positif. Peminatnya stagnan tanpa ada peningkatan dari waktu ke waktu.

Baca : Jelang Musim Mudik, Tren Penjualan Mobkas Bergeser

Manajer Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, mengatakan sampai saat ini pasar mobkas premium masih sangat minus, terutama untuk model sedan.

"Kalau premium begitu-begitu saja, masih mati suri apalagi yang sedan. Satu bulan belum tentu terjual, karena memang pasar dan konsumennya beda, tidak seperti mobkas lain yang lebih umum," kata Herjanto kepada KompasOtomotif, Sabtu (13/5/2017).

Lebih lanjut Herjanto menjelaskan bahwa pasar sedan premium punya segmen yang sangat tipis. Pedagang mobkas yang mengambil barang pun cenderung hati-hati dan menekan harga serendah mungkin dari konsumen akibat barang yang sulit dijual.

"Seperti BMW dan Mercedes kalau orang jual biasanya akan ditekan harganya, agar pedagang juga bisa dapat margin yang lebih besar. Kenapa ? karena pedagang juga sulit jualnya, apalagi bila sudah ada baret (lecet) atau masalah lain, belum tentu mereka ambil bulan ini bulan depan sudah laku, otomatis harga mobil juga makin turun bila barangnya terlalu lama kan," ucap Herjanto.

Baca : Ini Syarat Jual Mobkas ke Diler Resmi Mercy

Meski demikian, tidak semua model premium mati suri, menurut Herjanto untuk segmen SUV pasarnya masih lebih baik. Beberapa tipe seperti Mercedes-Benz GLC dan BMW X5 masih menjadi model populer yang dicari konsumen.

Stanly/Otomania Mokas Premium

"Biasanya konsumen menengah masih ada yang cari GLC atau X5, harganya masih di atas Rp 500 jutaan. Rata-rata mereka mau cari bekas karena takut bila beli baru harga jualnya lebih droop. Jadi pilihannya mereka cari bekas dengan asumsi tidak terlalu rugi bila nanti dijual lagi," kata Herjanto.

Baca : Alphard Lawas Jadi Idola Baru Mobkas 2017

Budiyanto dari showroom Anugerah Mobilindo di MGK Kemayoran juga menggangap pasar mobkas premium tidak ada perkembangan dari tahun ke tahun. Menurut Budiyanto, konsumen pembeli mobkas memiliki karakter yang sangat detail.

"Konsumen mobil premium lebih detail, mereka rata-rata sudah tahu barang tapi memang pasarnya sepi. Biasanya mereka mau barang yang masih mulus, bukan hanya dari fisik dan kondisi mesin, tapi juga kalau bisa surat-surat dan garansi dari ATPM masih ada," ujar Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.