China Kembali Batasi Pembelian Mobil Baru

Kompas.com - 30/12/2014, 11:27 WIB
Great Wall menjadi produsen China pertama yang punya pabrik di Rusia. Nelson Ching/BloombergGreat Wall menjadi produsen China pertama yang punya pabrik di Rusia.
|
EditorAzwar Ferdian
Shenzhen, KompasOtomotif - Kota terbesar di Provinsi Guangdong, Shenzhen mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian mobil baru sebagai dukungan terhadap pemerintah pusat dalam mengurangi populasi kendaraan di China.

Pembatasan dilakukan dengan jatah pengeluaran nomor polisi (plat nomor) baru. Nantinya akan dipatok hanya 100.000 unit kendaraab per tahun, termasuk di dalamnya 20.000 unit mobil listrik.

Dalam situs resmi kepolisian setempat, dilansir Bloomberg, Senin (29/12/2014), salah satu kota terbesar di selatan China ini berpopulasi 11 juta jiwa ini berharap kebijakan ini bisa mengubah situasi lalu-lintas di Shenzhen. Total jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan saat ini tercatat 3 juta unit, dilansir Yangcheng Evening News.

Shenzhen menjadi kota ketujuh di China yang memberlakukan kuota pembelian mobil baru setiap tahunnya, setelah Beijing, Guangzhou, Guiyang, Hangzhou, Shanghai, dan Tianjin. Polusi udara oleh kendaraan bermotor dianggap terbesar kedua dampaknya pada kualitas udara di China, setelah pembakaran batu bara.

Kota yang bertetangga denga Hong Kong ini, akan mendistribusikan setengah via lelang dan sisanya, termasuk kuota mobil listrik dengan lotre. Kebijakan ini berlaku segera selama lima tahun ke depan, sebelum dikaji ulang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X