Laporan langsung dari Bangkok, Thailand

GM Pastikan ikut Program "Eco-Car"

Kompas.com - 26/03/2014, 09:40 WIB
Target negara tujuan ekspor Chevrolet Spin diperluas Zulkifli BJTarget negara tujuan ekspor Chevrolet Spin diperluas
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAris F. Harvenda
Bangkok, KompasOtomotif - General Motors (GM) merealisasikan rencananya ikut serta dalam program Eco-Car di Thailand, menyusul produsen lain yang sudah lebih dulu andil. GM telah mendaftar sebagai peserta Eco-Car tahap II di Negeri Gajah Putih lewat merek Chevrolet.

“Ini kejutan buat kalian semua karena kami sudah menyerahkan aplikasi keikutsertaan kami dalam program Eco-Car tahap II. Hal ini sangat menyenangkan bagi kami karena membuat tujuan yang hendak kita capai semakin nyata,” ucap  Managing Director of Chevrolet Thailand, Marcos Purty, saat gelaran Bangkok Motor Show ke-35 di Bangkok, Thailand, Selasa (25/3/2014).

Dijelaskan bahwa pihaknya tidak terlambat mengikuti program Eco-Car. Meski sudah memastikan ikut bersaing di pasar Thailand, Marcos tidak menjelaskan lebih detil model yang akan jadi duta Eco-Car.

“Apa yang terjadi ke depan dengan aplikasi yang sudah kita kirimkan kita lihat nanti saja. Saya hanya mengatakan ini tidak saja menguntungkan bagi kami, tapi juga akan sangat menguntungkan bagi konsumen kami,” ucapnya.

Basis produksi
Pemerintah Thailand terus mempromosikan negaranya sebagai basis produksi mobil terdepan di dunia, salah satunya lewat program Eco-Car. Selama program pertama, Thailand berhasil menarik investasi senilai 28,8 miliar bath (Rp 10,478 T). Untuk tahap kedua, Badan Penanaman Modal Thailand (BoI : Board of Invesment), mengharapkan  30- 40 miliar baht (Rp 10,9 – 14,5 T). Pada tahap pertama, produsen yang ambil bagian adalah Mitsubishi, Honda, Toyota, Nissan dan Suzuki yang menghasilkan produksi 585.000 unit kendaraan per tahun.

Produsen dapat menambah produksi dengan investasi baru pada program tahapan kedua, dengan modal minimum 5 miliar baht (Rp 1,9 T), sudah termasuk tanah. Sedangkan untuk investasi baru pabrik, sekitar 6,5 miliar baht (Rp 2,4 T). Jumlah mobil yang diproduksi, minimum 100.000 unit per tahun, sampai empat tahun ke depan.

Semua Eco-car baru harus memenuhi standar lingkungan Euro5 dengan emisi karbondioksida (CO2) 100 gram/km (eEco-car sebelumnya 120 gram/km), konsumsi bahan bakar 4,3  liter/100 km (23.3 km/liter), menggunakan mesin tidak lebih dari 1.300 cc untuk bensin dan 1.500 cc untuk diesel.

Untuk ini, peserta akan memperoleh pembebasan pajak selama 6 tahun plus tambahan insentif bila menggunakan komponen lokal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X