Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Soal Skandal Uji Tabrak Daihatsu, Toyota Tegaskan Indonesia Aman

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada akhir 2023, Daihatsu mengumumkan ada masalah pada produknya di Jepang. Masalah tersebut berimbas juga hingga ke negara lainnya, termasuk PT Toyota Astra Motor (TAM) yang menjadi Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.

Masalah tersebut berkembang di masyarakat hingga banyak yang menganggapnya berkaitan dengan kualitas dan keamanan dari mobil.

Sehingga, banyak yang mempertanyakan mengapa tidak ada recall atau perbaikan unit. Namun, PT TAM menegaskan bahwa masalah ini hanya perihal sertifikasi saja.

"Pertama, yang perlu saya perjelas adalah antara isu homologasi atau sertifikasi dengan isu recall adalah satu hal yang berbeda sama sekali. Memang seolah-olah berhubungan dengan produk kami, tapi ini suatu hal yang berbeda," ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM, kepada Kompas.com, Senin (12/1/2024).

"Jadi, homologasi itu kan setiap negara mempunyai aturan masing-masing. Sebelum mobil dijual, pasti kan ada sertifikasi. Didaftarkan dulu ke pemerintah, kalau di Indonesia kan ada uji tipe dan lain sebagainya. Jadi,kita mendaftarkan mobil ini, spesifikasinya seperti ini, emisinya seperti ini, dan lain sebagainya," kata Anton.

Anton menambahkan, berdasarkan penelitian dari Toyota Group, karena Daihatsu adalah bagian dari Toyota Group, ada beberapa hal masalah homologasi atau sertifikasi ini ada isu, tapi khususnya di domestik Jepang.

Namun, karena isu ini cukup melibatkan banyak produk, termasuk produk yang serupa dengan yang di Indonesia, akhirnya diputuskan oleh Toyota Group, termasuk diinformasikan ke PT TAM untuk menghentikan produksi terlebih dahulu.

"Jadi, waktu itu ada satu hari kita stop produksi, itu untuk kita klarifikasi semua. Walaupun, di Jepang sendiri dengan menggunakan pihak ketiga, sudah dilakukan pengecekan semua. Sebab, yang dipastikan, kenapa ini penting adalah berhubungan dengan keselamatan dan kualitas dari kendaraan itu, dan keselamatan konsumen adalah yang paling penting," ujarnya.

"Jadi, sebelum kita umumkan konfirmasi itu, di Jepang juga semua produk-produk dites ulang keselamatannya dan dinyatakan oke. Jadi, pada saat hari itu kita informasikan ke media, konsumen, diler, dan semua yang terkait, mengenai produk yang sudah ada di diler dan sudah dipakai oleh konsumen, keselamatan dan kualitasnya tidak ada isu," kata Anton.

Anton mengatakan, isu ini berhubungan dengan sertifikasi dan itu setiap negara berbeda-beda. Jadi, Toyota Indonesia berhenti melakukan produksi adalah untuk menjelaskan dulu ke pemerintah.

"Agar pemerintah negara masing-masing tidak bingung atas apa yang terjadi, kita datang ke pemerintah, kita jelaskan langsung isu yang terjadi, bagaimana di Jepang, di Indonesia seperti apa, dan pemerintah berterima kasih kita sudah menjelaskan," ujar Anton.

Anton menambahkan, tidak semua merek mungkin dengan mudah menghentikan produksi dan menurutnya langkah tersebut cukup berani.

Setelah dipastikan semua sertifikasinya baik-baik saja di Indonesia, esok harinya produksi sudah bisa berjalan dan selisih berapa hari sudah bisa diekspor lagi. Sebab, negara-negara penerima mobil impor dari Indonesia juga sudah melakukan hal yang sama.

"Sampai hari ini, Indonesia tetap melakukan penjualan. Kemudian, mobil tetap dipakai dan tetap diproduksi, dan sebagainya," kata Anton.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/02/13/142100715/soal-skandal-uji-tabrak-daihatsu-toyota-tegaskan-indonesia-aman

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke