Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis-jenis APAR, Ini yang Cocok untuk Dipasang di Mobil

Kompas.com - 06/07/2022, 16:21 WIB
Serafina Ophelia,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Alat pemadam api ringan (APAR) menjadi salah satu benda penunjang keselamatan yang wajib ada di setiap kendaraan roda empat. APAR menjadi pertolongan pertama mobil yang terbakar dalam skala kecil.

Secara umum, ada empat jenis APAR yang biasa dipakai. Namun perlu diketahui, tidak semua APAR cocok untuk dibawa di mobil.

Baca juga: APAR untuk Mobil Punya Masa Kedaluwarsa?

Kepala Seksi Operasional Sudin Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman menjelaskan bahwa APAR yang cocok untuk digunakan di mobil adalah APAR dry powder.

"Kalau APAR yang di mobil nantinya kan digunakan untuk di luar ruangan, seperti kap mesin. Lebih baik itu APAR yang dari dry powder," ucap Gatot kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Saat membeli APAR, Gatot menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak membeli APAR dari kaleng yang dijual bebas di supermarket karena rawan meledak.

"Itu menggunakan gas bertekanan tinggi. Jika ditinggal di mobil, dan suhu kabinnya tinggi, kalengnya bisa meledak. Sebaiknya, beli APAR yang SNI atau bersertifikat internasional," ucap Gatot.

Baca juga: Bukan di Stut, Begini Cara Benar Derek Motor yang Mogok

Berikut ini adalah jenis-jenis APAR yang perlu dimengerti oleh pemilik kendaraan.

APAR jenis air

APAR ini bekerja dengan menggunakan air bertekanan tinggi. Jenis ini bekerja paling ekonomis, namun lebih efektif jika digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan bahan padat non logam, misalnya kertas, kain, karet, plastik dan sebagainya.

Kebakaran ini dikenal dengan sebutan kebakaran kelas A. Dilansir dari laman Damkar, kebakaran kelas A merupakan kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam.

APAR jenis busa

APAR jenis busa atau foam efektif untuk kebakaran kelas B, atau kebakaran yang disebabkan oleh cairan seperti minyak, alkohol dan solvent, serta kebakaran kelas A.

Alat pemadam jenis ini bekerja dengan cara mengeluarkan busa yang kemudian menutup material yang terbakar, menghalangi oksigen supaya tidak masuk dan mempercepat proses kebakaran.

Baca juga: Kembali Tren, Apa Saja Keunggulan Bus Single Glass?

APAR jenis bubuk kimia atau dry powder

APAR dengan bubuk kimia merupakan kombinasi mono-amonium dan amoium suphate, yang cocok untuk digunakan mengatasi kebakaran kelas C.

Kebakaran kelas C disebabkan oleh instalasi listrik bertegangan. Dalam mengatasi kebakaran kelas C, media yang digunakan tidak boleh air.

APAR jenis karbon dioksida

Alat pemadam kebarakan dengan material dasar karbon dioksida lebih efektif jika digunakan untuk mengatasi kebakaran kelas B dan kelas C.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

Jadwal One Way dan Contraflow Hari Ini 4 April 2025, Catat Lokasi dan Waktunya

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Otomotif

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

40 Balasan Ucapan Selamat Idul Fitri Biar Tak Hanya Jawab “Sama-sama”

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Shalat Ied Bareng Ivan Gunawan, Ruben Onsu: Semoga Saya Istiqomah

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Global

Beli Perhiasan Emas 15 Kg Tunai, Wanita Ini Tuai Kritik di Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Insien Penumpang Merokok di Kabin Pesawat, Garuda Indonesia Tindak Tegas

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

api-1 . POPULAR-INDEX


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China hingga Australia Sudah Kecam Tarif AS, Indonesia Masih Bungkam
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau