Kompas.com - 07/04/2022, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap perangkat pada suatu kendaraan bermotor memiliki masa pakai atau kedaluwarsanya sendiri, sesuai dengan usia penggunaan maupun waktu tenggangnya.

Hal tersebut juga berlaku di Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang kini menjadi salah satu perangkat wajib pada mobil baru, sesuai Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020.

"Hanya saja masa kedaluwarsa yang dimaksud itu berbeda. Sebenarnya APAR tak punya (masa pakai), tapi mengikuti aturan SNI disarankan tiap lima tahun sekali diisi ulang kembali," kata General Manager PT Servvo Fire Indonesia Hendra Prasetyo, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Tips Buka Puasa Saat Menyetir, Cukup Batalkan Saja

Ilustrasi operator SPBU Pertamina menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).Pertamina Ilustrasi operator SPBU Pertamina menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tekanan dan kemampuan APAR dalam memadamkan sumber api tetap optimal. Sehingga apabila terjadi kejadian terkait pemilik bisa cepat mengatasinya.

Di samping itu, melakukan pengisian ulang kembali APAR di mobil juga dapat membuat pemilik lebih tenang mengenai keamanan ketika harus menggunakan perangkat tersebut.

"Kondisi lain untuk mengisi ulang kembali APAR ialah setelah segel pada perangkat APAR dibuka walau hanya baru digunakan sedikit. Sebab kita bisa lihat pada indikatornya, tidak akan di titik hijau lagi," kata Hendra.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa daya pakai atau tekanan pada APAR sudah berkurang ketika akan digunakan. Dikhawatirkan, tidak dapat memadamkan api yang besar," lanjut dia.

Baca juga: Melihat Serunya Reporter Disabilitas Liputan IIMS Hybrid 2022

Hal serupa juga dinyatakan Kepala Seksi Operasional Suku Dinas (Kasi Ops Sudin) Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Selatan Sugeng dalam kesempatan terpisah.

Menurut dia, APAR memiliki masa kedaluwarsa dan perlu diganti isinya. Paling ideaa dilakukan pergantian atau diisi ulang setiap satu tahun sekali.

"APAR pada umumnya bisa bertahan hingga tiga tahun jika disimpan di tempat yang kering,” ujar Sugeng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.