Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar - Kompas.com

Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar

Febri Ardani Saragih
Kompas.com - 08/01/2018, 13:42 WIB
Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.dok.Kompasiana Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.

Jakarta, KompasOtomotif – Jadi penumpang sepeda motor alias boncenger tidak bisa main asal duduk saja di jok belakang. Ada aturan mainnya biar aman menurut kaca mata safety riding

Maraknya penggunaan ojek online membuat masyarakat semakin sering berinteraksi dengan motor. Jangan melakukan kesalahan ini, yaitu boncenger duduk menjauhi pengendara alias biker.

Hal itu tidak direkomendasikan sebab kerenggangan antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor. Keseimbangan merupakan faktor paling krusial saat berkendara motor.

Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.LEXI RAMBADETA Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.

Dijelaskan Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dalam teori safety riding, sewaktu berboncengan seharusnya boncenger menghadap ke depan dan bagian dadanya menyender ke punggung biker. Gunanya buat menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan pusat gravitasi dan keseimbangan.

Baca: Jangan Biasakan Bonceng Anak dengan Posisi Berdiri di Motor

“Lalu bagaimana kalau bukan suami-istri? Maka pakai kedua lutut bagian dalam untuk menjepit pinggul pengendara, sehingga gerakan pengendara bisa menyatu dengan penumpang. Karena kalau tidak sesuai bisa berbahaya saat manuver,” ucap Jusri.

Teori itu, lanjut Jusri, bisa disikapi bijak oleh siapapun boncenger yang mau aman berkendara. Boncenger yang membekap biker dikatakan posisi ideal saat berkendara.

PenulisFebri Ardani Saragih
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM