Sabtu, 25 Maret 2017

Otomotif

”Satria Bertopeng” dari Daratan Naga Kecil Asia

asphaltandrubber MV Agusta Ballistic Trident.

Berita Terkait

Taipei, KompasOtomotif – Banyak sepeda motor radikal lahir dari tangan-tangan dingin modifikator kelas dunia, termasuk yang membekas adalah Bol D’Or dari Walt Siegl atau rombakan bernama AgoTT karya Deus Ex Machina.

Tapi apa yang dilakukan Rough Crafts dari Taiwan bisa tampil sejajar. Ketiganya sukses menggabungkan nuansa retro dengan teknologi modern. Ballistic Trident, begitu nama sepeda motor karya yang lahir di daratan Naga Kecil Asia itu, benar-benar mampu membelalakkan mata.

asphaltandrubber Sebagian besar bodi menggunakan bahan karbon fiber.
Dibangun dari MV Agusta Brutale 800 RR, sepeda motor itu tak ubahnya ”satria bertopeng”, lengkap dengan tameng di kepla dan bodi berlapis. Bagian depan sungguh tak bisa dikenali, kecuali melihat logo merek asal Varese, Italia, itu yang terpampang.

Ketika fairing biasa menutupi bodi samping, kepunyaan Ballistic Trident malah diletakkan pada bagian depan, tersusun dari bahan karbon fiber. Lampu kembar diletakkan vertikal pada bagian bawah tameng. Alhasil, bagian ini menutupi secara penuh roda depan. Ada lubang udara untuk memberi angin rem.

Tangki dibikin kustom dengan bahan yang sama, sedikit dilebarkan ke bawah untuk menutup sebagian mesin. Bagian ini juga berhasil menyamarkan radiator, seolah-olah menyatu dengan bodi.

asphaltandrubber Tameng depan menarik perhatian.
Garpu depan menggunakan milik Ohlins FGR, di belakang pakai sokbreker TTX. Peranti rem dipercayakan pada produk Beringer.

Peranti menarik lainnya yang menarik mata adalah lubang knalpot HP Corse yang berhasil mempertahankan ciri khas mesin 3-silinder MV Agusta yang berakhir mengikuti bentuk dari roda.

Penampang knalpot itu makin kentara karena penggunaan lengan ayun tunggal yang dipasang di sisi yang berlawanan dengan lubang knalpot.

Kesannya makin misterius saat warna karbon yang pekat dipertahankan dengan nuansa yang sama pada bagian lain.

Penulis: Donny Apriliananda
Editor : Agung Kurniawan
Sumber: asphaltandrubber,
TAG: