Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Motorhome merupakan salah satu modifikasi kendaraan yang tengah populer di Indonesia. Kendati di luar negeri tren ini sudah ada sejak lama, namun popularitasnya meningkat di tanah air sejak pandemi Covid-19.

Bagi yang tertarik ingin memiliki kendaraan jenis ini, kini beberapa karoseri lokal telah memproduksi motorhome untuk di jual ke pasar. Bahkan, model atau desain bisa mengikuti keinginan pembeli.

Winston Wiyanta, Managing Director karoseri Delima Jaya mengatakan biasanya pihak karoseri akan mendiskusikan banyak hal tentang perancangan motorhome yang akan di buat bersama calon pembeli.

Baca juga: Jangan Asal Pindahkan Tuas Transmisi Matik ke L Saat Mobil Melaju Kencang

“Motorhome itu adalah rumah di dalam mobil. Maka yang penting adalah dimensi dan luasnya. Jadi di tahap awal kita akan bertanya kepada pelanggan mau seluas dan selengkap apa peralatannya,” kata Wiston kepada Kompas.com, Selasa (24/1/2023).

Winston menjelaskan jika ukuran dari motorhome akan menentukan di tahap awal. Misalnya pelanggan tersebut ingin ada tempat tidur, ruang makan dan toilet, jadi pihak karoseri akan terbayang untuk pakai sasis yang mana agar muat dengan ukuran tersebut.

Tahap awal pembuatan motorhome di Karoseri Delima JayaKompas.com/ Janlika Putri Tahap awal pembuatan motorhome di Karoseri Delima Jaya

Untuk di Karoseri Delima Jaya, harga sasis untuk pembuatan motorhome dibanderol berkisar di Rp 295 juta.

Lalu, budget yang dibutuhkan pada tahap pembuatan karoseri dan modifikasi yakni Rp 175 juta – Rp 255 juta. Namun, nominal harga yang pasti tergantung dari kebutuhan barang-barang yang akan digunakan pada motorhome.

“Kalau dia bilang tidak perlu toilet hanya perlu sofa bed saja berarti itu pakai ukuran yang lebih kecil,” kata Winston. 

Baca juga: Honda dan GS Yuasa Kerjasama Bikin Baterai Kendaraan Listrik

Setelah itu, tahap kedua adalah memeriksa Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB). Hal tersebut karena tidak semua tipe sasis itu bisa dibikin motor home.

Dalam menggunakan sasis untuk membangun kendaraan harus sesuai rancang bangunnya yang di ACC Kemenhub.

“Jadi kita akan komunikasi dengan Kemenhub dan ATPM. Kita tanya jika sasis ini digunakan untuk motorhome apakah ada uji tipe landasannya. Kalau sesuai, kita pakai ,” ucap Winston. 

Menurut Winston tahap ini sangat penting karena pihaknya mau menjual motorhome dengan surat yang lengkap. Termasuk surat garansi after sales perencanaan awal dari desain kendaraan.

“Jadi sebelum terjadi penjualan kita ada presales, tim teknisi kita bantu pelanggan untuk bangun spek motorhome yang ideal bersama. Setelah setuju, maka terjadi penjualan,” kata Winston.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.