Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Bau Sangit Saat di Tanjakan, Kampas Kopling Wajib Diganti?

Kompas.com - 21/01/2023, 13:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Penggunaan mobil transmisi manual banyak dianggap lebih sulit. Di jalan tanjakan yang curam, teknik dasar mengemudi membutuhkan kemampuan yang matang. 

Berhenti di tanjakan curam sering kali membuat kampas kopling bau terbakar. Bila salah teknik, mobil bisa mundur dan menabrak kendaraan lainnya. 

Lantas, pertanyaannya adalah apakah tetap aman bila ada bau gosong yang terjadi? 

Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.Youtube/Maxresdefault Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

Baca juga: Kenali Gejala Rem Mobil Macet, Bisa Merugikan Sampai Kecelakaan

Kepala Bengkel Nasmoco Janti Yogyakarta Bambang Sri Haryanto mengatakan, kerusakan transmisi manual menyebabkan tenaga mesin berkurang. 

"Kampas kopling yang habis terbakar, mobil seperti tidak bertenaga. Buat start susah. Saat jalan juga sering sulit memindahkan posisi gigi," kata Bambang. 

Kesalahan faktor pengemudi di tanjakan curam membuat transmisi slip dan rusak. Atau dikarenakan beban muatan yang terlalu berat. 

Maka dari itu, di jalan yang ekstrem sering ada peringatan memindahkan ke gigi rendah. Sebab, kata Bambang, saat telat mengoper gigi kopling manual akan terkikis. 

Belum bila kondisi jalan macet, secara refleks pedal kopling akan digunakan lebih sering. Bau aroma terbakar berasal dari kopling yang tipis.

Sejumlah kendaraan antre di Jalur Selatan Tanjakan Lingkar Gentong Bawah, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Pada H+3 Lebaran, arus lalu lintas menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat merayap serta terjadi antrean kendaraan sepanjang 12 kilometer dari Rajapolah hingga Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Sejumlah kendaraan antre di Jalur Selatan Tanjakan Lingkar Gentong Bawah, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Pada H+3 Lebaran, arus lalu lintas menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat merayap serta terjadi antrean kendaraan sepanjang 12 kilometer dari Rajapolah hingga Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Bambang, faktor rute yang dilalui mempengaruhi usia kampas kopling manual menjadi lebih cepat dari jadwal pergantian 40 ribu kilometer. 

"Banyak mobil yang buat operasional di daerah pegunungan ganti kopling di 20.000 kilometer. Kalau kopling enggak di garansi. Stop and go di tanjakan yang sering membuat kopling habis," tuturnya. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.