Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/12/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudi di jalan raya, ada kalanya bertemu dengan pengguna kendaraan pelat RF atau pelat dinas lainnya. Tidak jarang, para pengguna kendaraan tadi meminta jalan atau prioritas.

Sayangnya, ada pengguna pelat RF yang meminta jalan tanpa dikawal oleh petugas Kepolisian Republik Indonesia. Padahal, kendaraan baru bisa mendapatkan prioritasnya ketika dikawal, seperti pada UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 135.

Lalu bagaimana menyikapi pengguna pelat RF jika bertemu di jalan raya dan meminta prioritas?

Baca juga: Mobil Pelat Merah Kedapatan Pakai Pelat Nomor RF Palsu

Ilustrasi lampu rotator dan strobo- Ilustrasi lampu rotator dan strobo

Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, lebih baik menghindar dan berikan saja jalan, terlepas dari kelakuannya yang arogan.

Menghindar di sini tujuannya adalah untuk menghindari kerugian yang bisa terjadi ketika konflik di jalan. Mengingat, kondisi emosi orang di jalan sulit diprediksi, bisa saja ketika dihalangi malah melakukan hal yang lebih membahayakan.

“Menghindar saja, berikan jalan. Berpikir positif, mereka (mobil berotator, strobo dan pelat dinas) tengah melaksanakan tugas. Memang sudah ada peraturannya dengan memberikan prioritas jalan,” ujar Sony belum lama ini kepada Kompas.com.

Baca juga: Jalan Tol Atas Air Terpanjang di Indonesia, Nomor Lima Terpanjang di Dunia


Sebenarnya, petugas pengawalan kepolisian memang dapat prioritas di jalan. Tapi perlu disadari kalau prioritas tersebut bisa dipakai dalam kondisi khusus, sayangnya ada saja yang disalahgunakan.

Sony menyayangkan tindakan yang selama ini ada di benak masyarakat bahwa cara pengawalan polisi selama ini ugal-ugalan juga kerap terjadi. Oleh karena itu, pengemudi juga sebaiknya menghindar dan memberi jalan.

“Bagi pengemudi, harus tetap fokus pada kondisi sekitarnya. Perhatikan ada apa di depan belakang, ada sirine dan strobo, harus menghindar dan memberikan jalan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.