Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenperin Percepat Bangun Ekosistem Industri Semikonduktor

Kompas.com - 08/12/2022, 16:26 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad mempercepat pembangunan ekosistem industri semikonduktor di dalam negeri, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin melonjak.

Langkah strategis ini, dipercaya akan menopang peningkatan produktivitas dan daya saing di sejumlah sektor industri manufaktur yang membutuhkan semikonduktor sebagai komponen utamanya seperti otomotif.

"Pembangunan ekosistem industri semikonduktor sejalan dengan target Making Indonesia 4.0. Oleh karena itu kami kerahkan kemampuan bangsa dari ahli elektornik hingga mikroelektronik," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Cerita Pengalaman Mahasiswa Brawijaya Kunjungi Pabrik Mobil di Inggris

Ilustrasi cip semikonduktoreurope.autonews.com Ilustrasi cip semikonduktor

Taufiek mengungkapkan, sebenarnya Indonesia pernah memiliki pabrik semikonduktor pada 1996 silam. Bahkan, mampu mengekspornya dalam bentuk cip semikonduktor yang mencapai Rp 135 juta.

Oleh karenanya upaya membangun industri terkait kembali di era kecerdasan buatan menjadi peluang yang sangat besar.

"Sebab butuh peta jalan 10-20 tahun ke depan tentang industri semikonduktor yang dapat mengisi kebutuhan dalam negeri," kata dia.

Menurutnya, saat ini pihak Kemenperin sedang menyiapkan desain semikonduktor di Bandung, Jawa Barat bersama seluruh lembaga terkait, termasuk Universitas dan akademisi.

Baca juga: Pabrik Charged Indonesia Bisa Produksi 230.000 Motor Listrik Per Tahun

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/ BigPixel Photo) Ilustrasi kendaraan listrik.

Dalam kesempatan serupa, Plt Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito mengatakan, bahwa industri semikonduktor bisa menghasilkan komponen vital dari teknologi yang saat ini sedang trend, seperti remote working, artificial intelligence (AI), sampai electric vehicle (EV).

Untuk itu, Kemenperin terus berupaya menguasai industri terkait dari sektor hulu, intermidate, sampai hilir termasuk pengembangannya. Tetapi memang langkah strategis ini perlu diikuti dengan kebijakan yang menunjang.

"Investasi industri hulu intermediate seperti MG-Si dengan kapasitas 32.000 metrik ton per-tahun butuh 300 juta dollar AS. Untuk industri polysilicon dengan kapasitas 6.500 metrik ton per-tahun membutuhkan dana 373 juta dollar AS sedangkan industri ingot monocry monocrystaline dan wafer silicon butuh investasi 85 juta dollar AS," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.