Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 15:21 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com Bukan rahasia umum lagi bahwa pabrikan Jepang Honda sedang berada dalam masa kelam di ajang MotoGP 2022.

Terutama setelah Marc Marqeuz mengalami cedera parah pada musim 2022 hingga membuat dirinya harus menjalani operasi lengan sebanyak empat kali. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa Honda selama ini sangat bergantung pada Marquez.

Bahkan prestasi Honda kini tertinggal jauh dari beberapa pabrikan Eropa di MotoGP, seperti Ducati, Aprilia hingga KTM.

Baca juga: Cerita Masa Kelam Marc Marquez di MotoGP lewat Film Dokumenter

Marc Marquez membuntuti Aleix Espargaro saat sesi latihan bebas MotoGP Amerika 2022 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat, 8 April 2022.AFP/MIRCO LAZZARI GP Marc Marquez membuntuti Aleix Espargaro saat sesi latihan bebas MotoGP Amerika 2022 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat, 8 April 2022.

Tak hanya itu, pada tes pramusim 2023 di Valencia beberapa waktu lalu, Marquez juga sempat protes lantaran performa motor balapnya yakni RC213V tidak ada peningkatan.

Kondisi ini tak luput dari perhatian Insinyur Aprilia Italia Giulio Bernardell, ia mengatakan, ada faktor lain yang menyebabkan pabrikan Jepang itu terpuruk, selain masalah pada sepeda motornya atau terlalu mengandalkan Marc Marquez.

“Menurut saya, ini bukan masalah bawaan dari motor baru atau masalah performa Marquez. Itu masih menjadi pembalap referensi mutlak dan, di atas segalanya, dia melanjutkan dengan banyak keinginan untuk menang di MotoGP,” ucapnya dikutip dari Motosan, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Luhut Sebut Insentif Pembelian Motor Listrik Rp 6,5 Juta Per Unit

Menurut Bernardell, Honda memiliki dua masalah yang harus diperbaiki agar dapat tampil lebih baik. Pertama terkait dengan cara pengembangan proyek MotoGP yang harus di modernisasi. Kedua, terkait dengan manajemen.

“Pertama terkait dengan cara pengembangan proyek MotoGP yang seperti Yamaha perlu dimodernisasi. Diperlukan pendekatan yang lebih dinamis, yang memungkinkan motor untuk terus dikembangkan secara detail,” kata dia.

“Masalah kedua terkait dengan manajemen Honda HRC , yang dalam beberapa tahun terakhir terlalu absen mengingat kekuatan besar sponsor Repsol dan seluruh lingkungan Spanyol,” lanjutnya.

Menurut Bernardell, tim Jepang sekali lagi harus hadi dalam pengelolaan langsung atas investasinya , yang tidak bisa lagi dikaitkan semata-mata dengan nasib Marquez , tetapi harus memiliki visi jangka panjang.

“Seperti yang sudah saya katakan, Honda masih tahu cara kerjanya, hanya perlu menyatukan semua potongan puzzle,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com