Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 13:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa produsen baterai kendaraan listrik Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) berkomitmen untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Dengan besaran dana mencapai 35 miliar dollar AS atau setara Rp 550,47 triliun, investasi tersebut akan digunakan untuk membangun ekosistem baterai lithium untuk mobil listrik di dalam negeri.

Luhut berujar, kesepakatan ini tercipta saat dia makan siang dengan pendiri CATL, Robin Zeng, di salah restoran Jepang di Jakarta. Menurutnya, pihak perusahaan sudah siapkan mitra bisnis untuk bisa segera memaparkan lebih jauh rencana investasi dimaksud.

Baca juga: Luhut Sebut Insentif Pembelian Motor Listrik Rp 6,5 Juta Per Unit

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi(SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS) Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

"Dia bilang Mr. Luhut you have everything that's why we like to invest in Indonesia. Kita mau bangun ekosistem. Saya bilang, besok timmu paparan ke saya hari Kamis (1/12/2022). Saya bilang, kalau ini sama dengan pikiran kami saya jamin kau invest ke sini. Oke deal. Dealnya berapa? 35 miliar dollar AS," katanya, Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, perusahaan asal Tiongkok ini tertarik berinvestasi di Indonesia lantaran pasar mobil listrik terus meningkat sehingga sekarang dinilai menjadi waktu yang tepat untuk masuk ke ekosistem baterai mobil listrik di Indonesia.

Luhut mengatakan, sebenarnya Robin sendiri sudah tiga kali datang ke Indonesia, dan masih terus percaya diri meski pada saat KTT G20 di Bali terkena Covid-19. Hingga kini, Robin disebut masih bersemangat merealisasikan investasi tersebut.

"Sekarang kita tidak hanya bicara bangun pabrik, tapi bangun ekosistem dari lithium baterai dan green energy," lanjut dia.

Baca juga: Beroperasi 2023, Gantry Tol Nirsentuh di Jagorawi Disempurnakan

Target produksi baterai kendaraan listrik di Indonesiadok.Kemenkomarves Target produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia

Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa cadangan nikel menjadikan Indonesia memiliki daya saing tinggi untuk menjadi produsen lithium besar di dunia.

Seiring dengan itu, ia pun berharap kendaraan listrik dapat semakin marak digunakan di Indonesia. Tinggal pengolahan sumber daya alam dan sumber daya manusianya saja yang harus dioptimalkan.

"Indonesia punya potensi sebagai produsen (baterai) lithium terbesar kedua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongok (RRT)," kata Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.