Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 14:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi pernah berjaya bersama Honda selama musim 2000 hingga 2003 dan meraih tiga kali gelar juara dunia. Meski demikian, Rossi tetap berani menolak kontrak dari Honda.

Rossi naik ke kelas utama bersama Honda. Pada musim 2000 hingga 2001, masih era 2-tak dengan NSR500. Musim 2002 hingga 2003, sudah masuk era MotoGP dengan motor 4-tak, yakni RC211V.

Baca juga: Para Pebalap Sanjung Ajang Balapan di Trek Pribadi Rossi

Namun, Rossi tetap memutuskan untuk pindah dari Honda demi Yamaha. Padahal, saat itu kondisi Yamaha bisa dibilang sedang dalam situasi yang sulit dan jauh dari kompetitif.

Valentino Rossi di atas motor balap 500 cc 2-takAFP/YOAV LEMMER Valentino Rossi di atas motor balap 500 cc 2-tak

Rossi mengatakan, Honda memaksanya untuk menandatangani kontrak. Bahkan, mengancam Rossi jika tidak menandatanganinya, maka dia tidak akan balapan.

"Perwakilan dari Honda datang ke kantor saya. Saya ingat dia memegang kontrak dan berkata, 'Sekarang hentikan leluconnya. Anda harus menandatangani ini, jika tidak, Anda tidak akan balapan'," ujar Rossi, dikutip dari wawancaranya di YouTube Graham Bensinger, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Valentino Rossi Kembali Gelar Ajang Balap Sendiri di Rumahnya

"Saya tertawa dan mengambil kontraknya, lalu saya berikan lagi padanya. Saya katakan, saya tidak akan menandatanganinya," kata Rossi.

Valentino RossiFoto: The Race Valentino Rossi

Rossi menambahkan, saat berada di Honda, dia menerima banyak tekanan. Sebab, banyak yang mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya berkat motor Honda adalah yang terbaik.

"Saya marah, karena saya tahu itu tidak benar. Saya juga bisa kencang dengan motor yang lain," ujarnya.

Ucapan Rossi terbukti benar, karena dia berhasil menang pada balapan pertamanya bersama Yamaha di MotoGP Afrika Selatan pada 2004. Rossi mengaku bahwa momen tersebut adalah salah satu momen yang tak terlupakan selama karirnya di dunia balap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.