Kompas.com - 10/10/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil penumpang zaman sekarang pada umumnya sudah menggunakan sistem penggerak roda depan alias front wheel drive (FWD). Alasannya ternyata ada hubunganya juga dengan emisi yang dihasilkan.

Sebelumnya, sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) lebih banyak digunakan. Sebab, RWD dinilai lebih baik atau lebih bertenaga saat menanjak.

Baca juga: Plus Minus Sistem Penggerak Mobil FWD dan RWD

FWD dan RWD memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi, ada alasan tertentu mengapa pabrikan lebih memilih menggunakan FWD.

Mobil modifikasi Daihatsu Terios bertema 7 Wonders dipamerkan di GIIAS 2022Kompas.com/Adityo Mobil modifikasi Daihatsu Terios bertema 7 Wonders dipamerkan di GIIAS 2022

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, alasan banyak mobil yang dikonversi, dari penggerak roda belakang ke depan, untuk mengejar CO2 tax.

"Jadi, semakin besar mesin, maka CO yang dihasilkan semakin besar. Sehingga, pajaknya semakin mahal," ujar Didi, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat Ganti Oli Gardan Mobil RWD?

"Jadi, mobil itu dibuat seringan mungkin. Kalau misalnya penggerak roda depan, untuk sasis monocoque kan juga bisa, tidak perlu ladder frame yang berat," kata Didi.

Mesin 2NR-VE yang digunakan di Toyota All-New Rush.Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin 2NR-VE yang digunakan di Toyota All-New Rush.

Didi menambahkan, belum lagi ditambah komponen lain, seperti diferensial dan propeller shaft. Sehingga, dibutuhkan mesin yang besar untuk bisa menggerakkan rangka dan bodi tersebut.

"Mesin yang kapasitasnya besar, CO yang dihasilkan juga besar. Jadi, untuk mobil itu semakin mahal. Maka itu, dibuat ringkas, bodinya tidak berat, mesinnya tidak mengeluarkan banyak CO, sehingga harga mobilnya juga tidak terlalu mahal," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.