Kompas.com - 07/09/2022, 19:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelistrikan merupakan salah satu bagian penting pada mobil untuk mendukung performa dan fungsi-fungsi lainnya secara keseluruhan. Sehingga setiap ada perubahan, sektor tersebut perlu disesuaikan kembali agar maksimal.

Namun bukan berarti pemasangan atau perangkat aftermarket modifikasi bisa dilakukan begitu saja sesuai selera. Karena bila asal atau sembarangan dapat berdampak fatal serta bahaya.

Modifikasi kelistrikan yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan mobil terbakar. Tak jarang kasus seperti terjadi ketika mobil sedang digunakan atau saat berhenti.

Baca juga: New Fuso eCanter Resmi Meluncur, Punya Banyak Tipe dan Pilihan Baterai

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil di Jalan Raya Seririt - Grokgak KM 22.500, di Desa Umeanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Minggu (21/8/2022).Humas Polres Buleleng Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar mobil di Jalan Raya Seririt - Grokgak KM 22.500, di Desa Umeanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Minggu (21/8/2022).

Dikatakan Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor (HPM) Muhammad Zuhdi, ada beberapa kasus mobil terbakar akibat kesesalahan atau kecerobohan dari pemilik mobil. Salah satunya memodifikasi perangkat kelistrikan mobil dengan sembarangan.

"Melakukan tambahan modifikasi seperti aksesoris yang berhubungan dengan electrical harus diperhatikan lagi. Bisa jadi pemasangannya dilakukan sembarangan, seperti mengelupas kabel atau mengambil power tidak pada tempatnya," kata Zuhdi kepada Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Menurut Zuhdi, tidak sedikit perangkat elektronik tambahan atau aftermarket yang menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek sehingga memicu terjadinya percikan api.

"Wairing diagram pada mobil itu sudah terintegrasi dengan sistem, jadi bila pasangnya sembarangan bisa berdampak juga," kata Zuhdi.

Baca juga: Mobil Matik Berhenti dengan Posisi Transmisi di D Bikin Boros BBM?

Satu unit mobil merek Peugeot dengan nomor polisi B 1932 PGZ terbakar akibat mengalami korsleting listrik dari mesin mobil pada Kamis (31/3/2022) sekitar pukul 07.20 WIB.Dok. TMC Polda Metro Jaya Satu unit mobil merek Peugeot dengan nomor polisi B 1932 PGZ terbakar akibat mengalami korsleting listrik dari mesin mobil pada Kamis (31/3/2022) sekitar pukul 07.20 WIB.

Menurutnya, meskipun pada mobil sudah ada sekering yang berfungsi untuk memutus arus ketika terjadi hubungan arus pendek, tapi hal tersebut tak akan berfungsi bila aksesori aftermarket dipasang secara tidak sesuai.

Salah satu contoh yang sering ditemui adalah mengambil langsung tenaga langsung dari baterai atau aki. Membuat, otomatis sekering tidak akan bekerja, karena tidak terlidungi.

"Sekring itu itu bekerja saat kelistrikan berhubungan dengan bodi, tidak langsung ke baterai, hal ini sangat riskan karena tidak ada proses cut saat terjadi short," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.