Kompas.com - 01/08/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun fasilitas Proving Ground terbesar di Asia Tenggara, untuk meningkatkan daya saing dan mendorong minat investasi asing untuk sektor otomotif.

Budi Setiyadi, Staf Utama Menteri Perhubungan Bidang Transportasi Darat dan Konektivitas, mengatakan, Proving Ground ini nantinya tidak hanya untuk uji tipe kendaraan internal combustion engine (ICE), tapi juga electric vehicle (EV).

“Kami sedang membangun di Bekasi, adalah proving ground. Jadi tempat untuk uji tipe kendaraan bermotor yang sedang kita bangun. Dan diharapkan tahun depan sudah bisa selesai,” ujar Budi, dalam Closing Ceremony PEVS di Jakarta, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Kehadiran Honda WR-V Dalam Waktu Dekat, Meluncur di GIIAS 2022?

Proving Ground Uji Kendaraan di BekasiKemenhub Proving Ground Uji Kendaraan di Bekasi

“Dan termasuk nanti uji kendaraan listrik sudah kita masukkan. Jadi mudah-mudahan Indonesia termasuk salah satu negara yang paling cepat untuk membangun uji tipe untuk kendaraan listrik, yang ada di ASEAN,” kata dia.

Seperti diketahui, Proving Ground yang akan berada di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) bakal ditunjang sejumlah fasilitas.

Antara lain fasilitas uji pengereman, uji kebisingan, uji kemudi, uji kecelakaan, dan uji stabilitas. Kemudian, ada juga tes spidometer, kendaraan bertenaga listrik, serta uji emisi kendaraan bermotor (emisi CO2) sebagai turunan dari PP 73/2019.

Baca juga: Pertama Kalinya Mengudara Bawa Penumpang, Ini Spesifikasi EHang 216

Menariknya, fasilitas pengujian di sana nanti dibangun mirip dengan kondisi jalan sebenarnya. Seperti jalan rusak, berlumpur, tergenang air, high speed test track, cross wind test, dust tunnel, skid pad, uji tabrak, dan lainnya.

“Sekarang kita sudah mulai proses pengadaan beberapa alat. Kita cukup menjamin. Karena masih ada masyarakat yang bertanya, kalau pakai mobil listrik apakah nanti pas kemudian banjir enggak kesetrum?” ucap Budi.

“Itu yang menjadi pertanyaan banyak orang. Mungkin kuno, tapi kemudian akan kita jamin bahwa itu tidak akan terjadi,” lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.