Kompas.com - 29/07/2022, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan listrik sangat bergantung pada baterai yang memiliki usia pakai. Komponen tersebut tentu perlu dipikirkan bagaimana penanganannya limbahnya.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi adalah PT International Chemical Industry (Intercallin). Perusahaan ini lebih dikenal sebagai produsen baterai ABC.

Baca juga: Wuling Mulai Jalin Potensi Pasokan Baterai ABC Lithium

Belum lama ini, Intercallin sudah memiliki fasilitas untuk membuat baterai ion lithium yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk kendaraan listrik. Selain memproduksi ABC Lithium, Intercallin juga menjamin soal penanganan limbahnya.

Jajaran produk baterai ABC LithiumDok. @abclithiumcell Jajaran produk baterai ABC Lithium

Untuk diketahui, baterai terdiri dari dua jenis, yaitu baterai primer dan baterai sekunder. Baterai primer hanya dapat sekali dipakai dan dibuang. Contohnya, baterai alkaline yang digunakan untuk senter, remote tv, dan alat portabel lainnya.

Sedangkan baterai sekunder, dapat digunakan dan diisi ulang beberapa kali. Contohnya, baterai ion litium pada ponsel dan lainnya.

Plant Director Intercallin Cornellius Hendrawan, mengatakan, limbah baterai lithium cenderung tidak sama seperti limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Baca juga: Baterai ABC Lithium Akan Kerjasama dengan Mobil Anak Bangsa

"Selama ini, kalau untuk benar-benar limbahnya, kita tidak sembarangan buang. Untuk di primer, kita punya pengolahan limbah," ujar Cornellius, kepada Kompas.com, saat ditemui di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Pabrik baterai ABC LithiumDok. @abclithiumcell Pabrik baterai ABC Lithium

Cornellius mengatakan, untuk baterai lithium, jika bagian metalnya yang rusak, seperti aluminium atau tembaga, masih bisa didaur ulang.

"Untuk lithium, di luar negeri, ada satu pabrik perusahaan daur ulang. Sementara di Indonesia tidak ada. Nah, itu bisa untuk buka bisnis tuh," kata Cornellius.

Baterai Swap Energi Indonesia sekarang diproduksi oleh ABC LithiumKompas.com/Donny Baterai Swap Energi Indonesia sekarang diproduksi oleh ABC Lithium

Cornellius menambahkan, dari lithium itu kalengnya bisa dimanfaatkan lagi. Begitu pula dengan material tembaga, aluminium, dan nikelnya.

"Kita katodenya menggunakan Lithium Ferro Phosphate (LFP/LiFePO4), tidak menggunakan nikel. Kalau yang digembar-gemborkan pemerintah kan nikel, kita tidak pakai nikel bahan baku utamanya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.