Mobil Mogok di Pelintasan Kereta, Utamakan Keselamatan Diri

Kompas.com - 21/06/2022, 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian mobil mogok di tengah perlintasan kereta api kerap terjadi dan berujung fatal.

Saat melintas, kereta api tidak bisa melakukan perlambatan kecepatan secara tiba-tiba, sehingga bahaya bagi pengguna jalan untuk berada di rel ketika ada kereta melintas.

Hal seperti ini pastinya membuat orang yang berada di dalam mobil menjadi panik dan terlambat mengambil tindakan. Namun perlu diingat, yang terpenting saat mobil mogok di perlintasan kereta api adalah segera menyelamatkan diri.

Terjadi baru-baru ini di perlintasan Gang Walet, dekat Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (31/6/2022), satu unit mobil terseret kereta api jarak jauh hingga 2 kilometer dari lokasi tabrakan.

Baca juga: Tabrakan di Tambun, Benarkah Mesin Mobil Bisa Mati di Perlintasan KA?

Saat mobil mogok, dua orang penumpang keluar dan menyelamatkan diri. Sementara pengemudi diduga masih berusaha menyalakan mesin mobil, walaupun sudah diperingatkan warga sekitar untuk keluar dari mobil.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil tewas di lokasi kejadian. Namun, belum bisa dipastikan penyebab awal dari kecelakaan tersebut.

Training Director Safety Defensive Consultin Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, penumpang mobil yang mogok di perlintasan kereta tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain selain menyelamatkan diri.

"Segera semua penumpang tinggalkan kabin mobil saat ada tanda kereta sudah akan mendekat," ucap Sony.

Ia menjelaskan, pengemudi maupun penumpang mobil jangn membuang waktu untuk mengupayakan menghidupkan mobil dengan waktu yang tersisa. Karena, hanya ada waktu 10 sampai 20 detik untuk keluar dari mobil.

Jika kondisi sekitar masih aman, baru pengemudi bisa mempergunakan waktu untuk mendorong mobil ke area yang lebih aman.

"Kalau tidak ada aba-aba kereta akan melintas, makan kendaraan bisa coba didorong," ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.