Video Truk Berhenti karena Pengemudi Tidur, Bikin Macet Jalan Raya

Kompas.com - 09/05/2022, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jalan di Indonesia terutama saat musim mudik dan arus balik memang terpantau ramai. Bahkan sebagian perjalanan akan diisi dengan kemacetan yang mengular.

Namun kemacetan di jalan raya ada saja penyebabnya, salah satunya truk yang berhenti di tengah jalan karena pengemudi tertidur.Misalnya seperti yang terlihat pada video unggahan akun Romansa Sopir Truck di Instagram.

Pada video tersebut, truk berwarna kuning sedang diam di sisi kanan jalan. Pengemudi terlihat tertidur, padahal kondisi jalanan di depannya sudah lancar dan segera dibangunkan oleh pedagang asongan.

Baca juga: Bedanya Konsumen Truk dan Bus di Indonesia, Ada yang Fanatik dengan Merek

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Romansa Sopir Truck (@romansasopirtruck)

 

Dampak dari satu truk yang berhenti tadi bisa menyebabkan kemacetan panjang di belakangnya. Bahkan pengguna jalan lain banyak yang menekan klakson karena kesal.

Menanggapi kejadian seperti ini, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, berbeda dengan sopir bus, tidak ada yang membangunkan sopir truk saat ketiduran di tengah jalanan macet.

"Kalau bus kan pasti dibangunkan oleh penumpang. Memang harus diakui, siklus hidup pengemudi truk itu berbeda dari orang normal," ucap Bambang kepada Kompas.com, Senin (9/5/2022).

Baca juga: Video Pengemudi Mobil Sedan Lawan Arah, Ditegur Malah Acungkan Jari Tengah


Bambang menjelaskan, cara pengemudi truk tidur adalah dengan cara mencicil, tidak sekaligus. Jadi tidurnya antara satu sampai dua jam dahulu, lalu lanjut lagi perjalanannya.

Mengenai kejadian yang diunggah akun tadi, bisa saja pengemudi mengira macetnya hanya sebentar. Tapi lama-kelamaan malah pengemudinya tidak sadar tertidur lelap.

"Jadi dia tidak sengaja tertidur, seperti gejala microsleep. Sebenarnya rasa kantuk ya obatnya hanya tidur lelap sejenak. Kalau melawan rasa kantuk dengan menyetir kan berbahaya sekali," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.