Toyota Mulai Bicara Rencana Jual Mobil Listrik Murni di Indonesia

Kompas.com - 14/03/2022, 16:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia memastikan untuk melakukan aktivitas produksi mobil listrik di Indonesia pada tahun ini, yang dimulai dengan teknologi hibrida alias hybrid electric vehicle (HEV).

Kendati belum dipastikan modelnya, langkah tersebut diharapkan dapat merangsang percepatan program kendaraan listrik nasional sebagai alat transportasi jalan

Sebab, dengan diproduksi dalam negeri harga jual suatu kendaraan akan menjadi lebih terjangkau. Mengingat, saat ini harga mobil listrik masih di kisaran Rp 550 juta ke atas.

Baca juga: Akselerasi Era Mobil Listrik, Mitsubishi Jalankan Pilot Project untuk Minicab MiEV

Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.CUTENK Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

"Saat ini mobil listrik di Indonesia kebanyakan masih diimpor secara utuh atau langsung (CBU), sehingga masih banyak kebutuhan yang belum bisa dipenuhi," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat ditemui, Sabtu (12/3/2022).

"Harapannya dengan dirakit lokal (CKD), selain masalah competitiveness mudah-mudahan produknya lebih cocok untuk Indonesia," lanjut dia.

Melihat jajaran produk mobil listrik Toyota Indonesia, meski sedikitnya ada lima model, tapi belum ada kendaraan listrik murni. Lantas, kapan Toyota melangkah ke sana?

Diketahui, beberapa jajaran kendaraan listrik di bawah merek Toyota di Indonesia ialah Camry Hybrid, Corolla Cross Hybrid, C-HR Hybrid, Corolla Altis Hybrid, Aplhard Hybrid, hingga Prius PHEV.

Baca juga: Cara Toyota Gaet Konsumen di JAW 2022

Toyota Prius PHEV di Kompas otomotif ChallengeKOMPAS.com/GILANG Toyota Prius PHEV di Kompas otomotif Challenge

Menjawab hal tersebut, Anton mengaku bahwa tak menutup kemungkinan untuk bisa membawa dan menjual mobil listrik murni untuk pasar dalam negeri.

Tetapi langkah terkait perlu studi lebih lanjut baik dari pasar, kesiapan di infrastrukturnya, dan lain-lain.

"Pasti (akan bergerak full electric vehicle untuk lokal). Yang sudah dapat signal positif kan hybrid dulu ya. Kita akan lihat terus tren demand konsumen, tren dari teknologinya sendiri," ucap Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.