Aksi Mogok Sopir Truk Jilid II Akan Dilaksanakan 9 sampai 11 Maret

Kompas.com - 07/03/2022, 13:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi Mogok Kerja (Moker) dan Mogok Nasional (Monas) sopir truk akan kembali terjadi. Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sopir truk terhadap aturan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang dilakukan pada 22 Februari 2022.

Berdasarkan surat dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) yang diterima redaksi, aksi jilid II ini akan berlangsung dari tanggal 9 sampai 11 Maret 2022.

Rinciannya, tanggal 9-10 Maret, sopir akan melakukan aksi mogok kerja dan berkumpul di posko-posko untuk menyebarkan brosur pemberitahuan aksi sopir jilid II.

Sedangkan pada 11 Maret, aksi mogok nasional akan dilaksanakan. Untuk di Jawa Timur, ada beberapa titik tempat yang menjadi sasaran aksi, seperti Kantor Gubernur Jawa Timur, Pelabuhan Tanjung Perak dan Ketapang, Jalan Masuk Bandara Juanda, Exit Tol Waru, Margomulyo, dan Romokalisari.

Baca juga: Oknum Brimob Paksa Cabut Berkas Truk yang Kena Razia ODOL

Menanggapi akan adanya aksi mogok kerja dan nasional, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DPD Jatim Sundoro mengatakan, pihaknya netral mengenai aksi tersebut. Namun terkait tuntutan para pengemudi dan pengusaha truk sudah disampaikan sebelumnya ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kami suarakan bahwa perlu adanya revisi di Peraturan Menteri, tidak hanya pengusaha angkutan yang disanksi, pemilik muatan juga. Sehingga, pemilik barang juga ikut bertanggung jawab dengan aturan ODOL yang ada," ucapnya kepada Kompas.com, Senin (7/3/2022).

Terkait overloading, biasanya memang permintaan dari pemilik barang. Selain itu, pengusaha truk kerap mengalami persaingan yang tidak sehat mengenai oenentuan tarif angkut. Jadi seringkali para pengusaha menawarkan daya angkut besar dengan biaya paling murah.

Baca juga: Seberapa Penting Sekat di Kabin Bus?

Efeknya, para pengusaha terus memperbesar dimensi dari truknya (over dimension) agar bisa bersaing dengan penyedia layanan angkutan lainnya.

"Yang disuarakan oleh para sopir ini sebenarnya sudah kami diskusikan dengan Kemenhub. Tergantung Kemenhub bagaimana menangani masalah ini selanjutnya. Karena terkait dengan beberapa sektor, baik industri, perdagangan, dan pekerjaan umum," kata Sundoro.

Tuntutan para sopir pada aksi jilid II ini di antaranya, regulasi tarif angkutan logistik, keadilan penindakan di jalan, biaya normalisasi kendaraan, bongkar mafia SRUT dan ODOL, Revisi UU Nomor 22 Tahun 2009, dan jaminan muatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.