Modifikasi Mobil Bergaya Stance, Jangan Asal Ceper

Kompas.com - 04/03/2022, 18:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren gaya modifikasi stance alias ceper tekuk pada kendaraan bermotor roda empat masih terus berkembang belakangan ini. Bahkan, tidak sedikit yang membenamkannya di mobil berdimensi lebih besar.

Hal tersebut dikarenakan modifikasinya cukup mudah dan sederhana. Di suatu kasus tertentu, pemilik bisa mengerjakannya sendiri dengan ganti ukuran pelek yang tidak terlalu jauh dari rekomendasi pabrikan.

Belum lagi, memperoleh sumber atau bahan-bahan yang diperlukan juga cenderung lebih murah, serta cocok untuk diaplikasikan hampir kepada semua jenis mobil.

Baca juga: Hati-hati Microsleep Saat Mengemudi, Sopir Wajib Tahu Tanda-tandanya

Restorasi Holden Statesman HQ bergaya classic stance garapan MCM Holden GarageDok. Kustomfest Restorasi Holden Statesman HQ bergaya classic stance garapan MCM Holden Garage

Hanya saja, modifikasi bergaya stance memiliki kesulitan tersendiri dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan (tidak memiliki pengetahuan cukup). Apalagi, jika sudah ekstrem seperti memotong beberapa bagian.

Stance merupakan aliran modifikasi mobil yang memfokuskan pada sektor kaki-kaki dan kombinasi pelek dengan ban. Bukan hanya ubah di ground clerance saja, roda bagian atas tertarik ke dalam sementara bagian bawahnya melebar.

Sehingga, mobil menjadi lebih ceper namun tetap aman bila digunakan karena perpaduan besar badan mobil, kaki-kaki, serta pelek tidak kontras.

Baca juga: Emosi di Jalan Raya Sama seperti Memperlihatkan Kebodohan Sendiri

Ilustrasi modifiaksi Nissan Cefirocarscameraschronicillness.blogspot.com Ilustrasi modifiaksi Nissan Cefiro

Salah satu modifikator rumahan Kandas Genk, Hengky menyatakan bahwa modifikasi stance bukan asal membuat mobil ceper. Banyak yang patut diperhatikan, apalagi bila mobil tersebut harus digunakan.

"Pada modifikasi bergaya stance kaki-kaki dan mesin yang paling penting untuk diperhatikan. Karena akan ada beberapa titik yang dipotong seperti per ataupun kaki-kakinya itu sendiri," katanya.

"Supaya aman, lebih baik pakai air suspension. Lalu perhatikan juga kekuatan mobil setelah dilakukan hal tersebut karena ditakutkan balon-nya kena bila mobil dipakai dengan kecepatan yang cukup tinggi," lanjut Hengky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.