Produsen Otomotif Jepang Setop Kegiatan Bisnis di Rusia

Kompas.com - 04/03/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para produsen otomotif asal Jepang, termasuk Toyota Motor Corporation, menghentikan kegiatan bisnis dan produksi di Rusia sebagai bentuk atas protes invasi Rusia ke Ukraina.

Keputusan tersebut membuat ekonomi Rusia yang semakin terisolasi usai negara-negara Barat menjatuhkan sanksi serupa tanpa batas waktu. Hal serupa juga diambil oleh Honda Motor, Mitsubishi, dan Mazda Motor.

"Toyota mengamati perkembangan yang sedang berlangsung di Ukraina dengan perhatian besar terhadap keselamatan orang-orang Ukraina dan berharap bisa mendapatkan perdamaian dengan aman secepat mungkin," kata Toyota dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Optimisme Dorna Sports Gelar 21 Seri pada MotoGP 2022

Proses produski pabrik Honda di Sayamacarscoops.com Proses produski pabrik Honda di Sayama

Kegiatan bisnis yang dimaksud dari Toyota ialah terkait pasokkan atau impor serta produksi. Diketahui, pabrikan asal Jepang tersebut memiliki pabrik di St Petersburg dengan kapasitas sekitar 80.000 unit.

Langkah serupa juga dilakukan Mazda Motor Crop yang mengakhiri atas pengiriman ekspor suku cadang ke pabrik patungan di Vladivostok. Jadi, tentunya akan mempengaruhi penjualan bulanan untuk Rusia.

Pabrikan lainnya seperti Mitsubishi Motor Corp juga akan menangguhkan produksi dan penjualan mereka, mengutip potensi gangguan pada rantai pasokan sebagai akibat dari sanksi terhadap Rusia.

Sementara Honda Motor Co menyatakan,  kesulitan dalam hal pengiriman kendaraan dan melakukan pembayaran membuat penangguhan ekspor mobil dan sepeda motor dilakukan ke Rusia. Meskipun, penjualan Honda tercatat mencapai 1.406 unit mobil pada tahun keuangan 2020.

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Tes Psikologi Jadi Syarat Bikin SIM

Sebuah mobil hancur lebur setelah pasukan Rusia membombardir Kota Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022.AFP/GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Sebuah mobil hancur lebur setelah pasukan Rusia membombardir Kota Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022.

Perusahaan mobil global termasuk Mercedes-Benz, Ford dan BMW juga telah berhenti membuat dan mengekspor mobil ke Rusia. Apalagi penyedia jalur pelayaran terbesar di dunia, MSC dan Maersk menangguhkan pengiriman kontainer ke dan dari negara tersebut.

Maersk menyatakan, pengiriman bahan makanan dan pasokan medis ke Rusia berisiko rusak atau rusak karena penundaan yang signifikan di pelabuhan dan bea cukai.

Sementara itu, berbeda dengan pabrikan asal Jepang lainnya, Nissan masih tetap melanjutkan operasinya di Rusia sambil memantau situasi terkini. Sebab, pabrikan menganggap Rusia sebagai pasar otomotif penting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.