Rekasaya Satu Arah Kawasan Puncak Sudah Bergulir Lebih dari 30 Tahun

Kompas.com - 02/03/2022, 08:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Rekayasa lalu lintas menggunakan sistem satu arah (one way) di jalan Raya Puncak Bogor sudah terdengar akrab di telinga para pengendara motor atau mobil yang melintas.

Bahkan, aturan ini termasuk melekat dengan destinasi wisata di Jawa Barat tersebut. Beberapa pengendara bahkan sengaja untuk mengetahui terlebih dahulu jadwal one way arus balik dan arus pulang di Puncak sebelum mulai perjalanan.

Dengan membaca jadwal pemberlakuan sistem satu jalur dapat menyiapkan diri untuk menghindari terjebak di kemacetan.

Baca juga: Daftar Harga Aki Mobil per Maret 2022

Pemberlakuan sistem satu arah di Puncak bukanlah aturan baru, karena sudah berlaku sejak 1986.

“Sistem one way di jalur Puncak sudah ada sejak lama, usianya 30 tahunan lebih,” ujar Kasatlantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata baru-baru ini pada Kompas.com.

Kehadiran tempat wisata Taman Safari Indonesia (TSI) di tahun 1985 membuat kawasan Puncak kian ramai di kunjungi berbagai wisatawan.

Kemacetan parah kerap terjadi karena ditambah faktor hadirnya tempat wisata baru saat itu, yaitu Taman Safari Indonesia (TSI). Oleh karena itu, melonjaknya jumlah kendaraan di Puncak, terutama saat hari libur membuat peraturan tersebut dibuat.

Sejumlah pengendara antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/2/2022). Tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata pada libur akhir pekan dan libur Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor sehingga Satlantas Polres Bogor melakukan rekayasa buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan kendaraian.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Sejumlah pengendara antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/2/2022). Tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata pada libur akhir pekan dan libur Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor sehingga Satlantas Polres Bogor melakukan rekayasa buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan kendaraian.

JIka biasanya terdapat dua jalur yaitu menuju kawasan Puncak dan jalan ke bawah atau arah Ciawi, dengan aturan tersebut hanya ada satu jalur saja yang dapat digunakan oleh pengendara.

Penerapannya aturan ini dilakukan pada jam-jam tertentu saja dan bergantian. Sistem ini berlaku bagi kendaraan roda empat dan roda dua.

Meskipun usianya sudah tidak muda, aturan ini masih belum sempurna dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi di jalan Puncak. Oleh sebab itu, saat ini ada opsi tambahan dalam mengatasi kemacetan di jalur menuju Puncak yakni sistem ganjil genap.

Baca juga: Harga Motor Trail dan Adventure Naik per Maret 2022

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.