Kompas.com - 24/02/2022, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji emisi gas buang kendaraan akan menjadi salah satu syarat operasional bagi setiap sepeda motor dan mobil dengan usia pakai tiga tahun ke atas untuk wilayah DKI Jakarta.

Bila tidak mengikuti atau tak lulus uji emisi, kendaraan bakal dikenakan sanksi berupa teguran.

Guna mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar kegiatan penataan atau kepatuhan uji emisi kendaraan bermotor di total 24 ruas jalan tahun ini.

Aktivitas yang tergolong razia ini akan dilakukan di beberapa ruas jalan. Namun lokasinya masih bersifat rahasia agar berjalan secara maksimal.

Baca juga: Razia Uji Emisi Digelar di 24 Ruas Jalan Jakarta, Tidak Ada Tilang

“Kami sengaja tak umumkan jalan mana saja, nanti pengendara malah menghindari ruas jalan itu,” ucap Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tiyana, Rabu (23/2/2022).

Dengan adanya kegiatan tersebut, pemilik mobil sebaiknya memeriksa kendaraannya ke bengkel. Selain untuk melakukan perawatan, juga untuk melakukan uji emisi.

Lantas, bagaimana jika mobil tidak lolos uji emisi, apa yang harus dilakukan pemilik kendaraan?

Pengerjaan TUSS atau Tune Up Semi Sport garapan Provis AutolabKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Pengerjaan TUSS atau Tune Up Semi Sport garapan Provis Autolab

Pemilik bengkel Provis Autolab Stevanus Jasin mengatakan, pada dasarnya setiap mobil dengan mesin bakar internal menghasilkan polutan atau emisi gas buang.

Emisi dari hasil pembakaran ini perlu direduksi, antara lain dengan penggunaan bahan bakar minyak (bbm) berkualitas tinggi dan dengan perangkat catalytic converter atau DPF (Diesel particulate filter) untuk mesin diesel.

Jasin menyarankan, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan tune up secara berkala, mengingat lalu lintas Ibu Kota yang kerap macet sehingga odometer tidak sesuai dengan engine hours.

Baca juga: Street Race Bekasi Diperkirakan Digelar Awal April 2022

“Ada baiknya dilakukan dalam periode yang lebih awal, misalnya dilakukan di 8.000 km bukan di 10.000 km,” kata Jasin.

Kemudian pada saat tune up, pastikan juga ruang bakar ikut dibersihkan. Cek juga kinerja busi, koil dan bersihkan throttle intake.

“Segera lakukan pemeriksaan kendaraan apabila dirasa ada yang tidak normal pada mobil. Seperti mesin ngelitik, bergetar, rpm naik turun dan lain-lain,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.