Tanggapan Asosiasi Pengemudi Truk Soal Modus Kernet Ditinggal Sopirnya

Kompas.com - 21/02/2022, 15:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, melalui unggahan Satpol PP DKI Jakarta di Instagram, ada laporan kernet yang ditinggal sopirnya karena tidak bisa mengganti ban truk yang pecah di pinggir jalan tol.

Kernet tersebut bernama Hamdi Hendrawan, menaiki truk ekspedisi PT Kopkar Pos Indonesia. Pada unggahan tersebut, tertulis truk sedang membawa muatan snack nabati dan drum berisi cairan kimia dari Rancaekek Bandung ke Pekanbaru.

Setelah ditinggal sopir, Hamdi menumpang truk tanah ke arah proyek pembangunan MRT. Kemudian dia ke Balai Kota DKI dan meminta bantuan ke Satpol PP DKI Jakarta.

Baca juga: Sering Kecelakaan, KNKT Rekomendasikan Bus Transjakarta Pakai Kernet

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satpol PP DKI Jakarta (@satpolpp.dki)

“Hamdi dibantu akomodasi secukupnya dan dititipkan untuk naik Bus Umum dari Tanah Abang ke arah Bekasi Timur dan nanti dilanjutkan ke Purwakarta,” tulis pada keterangan di unggahan tersebut yang dikutip Kompas.com, Senin (21/2/2022).

Namun yang menarik dari unggahan ini adalah isi kolom komentar yang mengatakan kalau Hamdi sudah sering melakukan hal tersebut. Bahkan beberapa orang bilang pernah juga bertemu Hamdi dengan cerita yang sama, ditinggal sopir di pinggir jalan tol.

Selain itu, jika menuliskan nama Hamdi Hendrawan di Facebook, terdapat beberapa unggahan yang menceritakan kasus serupa. Bahkan di kejadian tertentu, HP pengemudi serta uang yang ada di truk turut diambil Hamdi.

Baca juga: Alasan Mengapa Harga Honda Civic Estilo Tembus Ratusan Juta

Menanggapi modus kernet seperti ini, Agus Yuda, Ketua Asosiasi Pengemudi Nusantara (APN) mengatakan sebaiknya ambil langkah hukum bila ada pihak yang merasa dirugikan.

“Kalaupun yang bersangkutan melakukan hal tersebut, seharusnya korban langsung buat laporan ke kepolisian agar diproses secara hukum,” kata Agus kepada Kompas.com, Senin (21/2/2022).

Mengenai siapa yang benar dalam kasus ini dan banyaknya komentar di media sosial, belum bisa dipastikan siapa yang salah. Jadi jika hanya berdasarkan kata-kata atau komentar, masih praduga saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.