Kompas.com - 18/02/2022, 20:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkendara, ada kalanya pengemudi terpaksa menyalip atau mendahului kendaraan lain yang sedang berhenti atau melaju dengan kecepatan yang lebih lambat.

Kondisi ini sering dialami pengemudi dan menjadi hal yang wajar terjadi saat sedang berkendara. Namun, menyalip tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Menyalip tanpa pertimbangan bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.

Saat akan mendahului mobil lain, penting bagi pengemudi untuk selalu awas dan memperhatikan keadaan sekitar sebelum bermanuver dengan melakukan shoulder check dan mengecek kaca spion.

Baca juga: Alasan Rambu Dilarang Menyalip Sering Ditemui di Jalan

Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, waktu optimal untuk mengecek kaca spion adalah lima hingga delapan detik.

Lampu sein dinyalakan setelah pengemudi memastikan bahwa area di sekitar kendaraan sudah memungkinkan dia untuk menyalip atau mendahului.

"Situasi jalan itu bisa berubah tiap detiknya. Kalau aman, beri sein. Kalau tidak aman, jangan beri sein," jelas Jusri saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Selain itu, shoulder check juga sangat penting khususnya untuk melihat objek-objek yang mungkin berada di area blind spot mobil dan tidak tercakup oleh kaca spion.

Ilustrasi motor menyalip mobilvisordown.com Ilustrasi motor menyalip mobil

Hal lain yang harus diperhatikan saat akan menyalip adalah, pengemudi hanya diperbolehkan menyalip dari lajur kanan kendaraan yang akan dilewati.

Ketentuan ini diatur secara hukum pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 109.

Baca juga: Viral, Video Emak-emak Nekat Terobos Jalan Cor yang Masih Basah

Pada pasal ini, dijelaskan bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanandari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas dan tersedia ruang yang cukup.

Sedangkan pada pasal 112 ayat 2 memaparkan, pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.

Etika-etika ini harus diperhatikan sebelum pengemuid menyalip atau mendahului kendaraan saat berkendara, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang merugikan pengemudi maupun pengguna jalan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.