Kompas.com - 14/02/2022, 20:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Membaca GPS atau navigasi jalan dari aplikasi seperti Maps merupakan salah satu cara untuk pengemudi untuk mengetahui rute dan kondisi jalan terbaik untuk menuju ke satu tujuan.

Tidak jarang, pengemudi membaca maps sembari mengemudikan mobil. Padahal, hal ini bisa berbahaya bagi keselamatan pengemudi sendiri, atau bahkan pengguna jalan yang lain.

Dengan membaca maps, konsentrasi pengemudi terpecah menjadi dua dan terpaksa untuk terus mengecek aplikasi navigasi tersebut.

Baca juga: Ikuti Google Maps, Pengendara Ojol Malah Masuk Jalan Tol

Founder Jakarta Defensive Driving Center (JDCC) Jusri Pulubuhu mengatakan, kebiasaan berkendara seperti sebenarnya tidak aman.

"Saya sarankan, map dihidupkan, audionya dihidupkan. Kalau dia perhatiin (maps-nya) dia bisa ke-distract. Ditangkap polisi, dan enggak aman," kata Jusri pada Kompas.com, belum lama ini.

Kemudian, ada juga pengemudi yang memasang phone holder di dasbor mobil agar dapat membaca navigasi dengan lebih mudah. Padahal, ini bisa mengganggu pandangan pengemudi saat berkendara.

Ilustrasi Google Maps menampilkan Masjid Istiqlal.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi Google Maps menampilkan Masjid Istiqlal.

Selain mengganggu pandangan, hal ini juga bisa memecah konsentrasi pengemudi. Padahal, ada alternatif lain yang bisa dilakukan jika pengemudi memang membutuhkan navigasi, yaitu fitur audio.

Fitur audio pada aplikasi maps dapat membacakan rute dan arah yang ingin dituju oleh pengemudi, sehingga pengemudi tidak perlu repot memperhatikan rute pada layar telepon genggam.

Baca juga: Rencana Sistem Satu Arah di Jalan Daan Mogot, Tangerang

Jusri mengatakan, pengemudi lebih baik mendengarkan panduan audio dari maps ketimbang melihat langsung.

"Kalau ingin sekedar lihat karena ragu, ya berhenti," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.