Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Omicron Mulai Tinggi, Kawasaki Harap Tak Ganggu Jualan Awal Tahun

Kompas.com - 08/02/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan segera menerapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berstatus level 3.

Kebijakan pembatasan masyarakat tersebut diterapkan akibat kenaikan jumlah kasus Covid-19 di tengah gelombang varian Omicron.

Michael C Tanadhi, Head & Sales Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI), berharap secara keseluruhan semoga PPKM di awal tahun ini tidak berpengaruh banyak terhadap penjualan.

Baca juga: Beli Mobil Bekas, Apakah Perlu Overhaul Mesin?

Kawasaki W175 SE 2021Foto: Kawasaki Indonesia Kawasaki W175 SE 2021

"Mudah-mudahan market tidak terlalu terganggu lagi. Mudah-mudahan orang sudah beradaptasi seperti ini," kata Michael kepada Kompas.com, Senin (7/2/2022).

Michael mengatakan, dampak akibat kebijakan PPKM karena kenaikan Covid-19 Omicron pasti ada. Tapi semoga tidak sebesar pada tahun 2020 dan 2021.

"Pasti ada dampak berupa shock therapy di awal tapi paling satu dua minggu saja. Iya mudah-mudahan tidak signifikan. Kalau tidak kita (produsen motor) yang pusing," katanya.

Tahun lalu pada 2021 penjualan sepeda motor nasional berhasil mencatat angka 5.057.516 unit. Naik 38 persen dari tahun sebelumnya yaitu 2020 sebesar 3.660.616 unit.

Adapun pada 2022, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan motor secara nasional akan lebih baik dari tahun lalu yaitu 5,1 juta hingga 5,4 juta unit.

Baca juga: Kenali Dulu Jenis-jenis Sunroof Sebelum Modifikasi

Kawasaki Motor Indonesia luncurkan KLX 230 dalam world premiere di PRJ 2019Kompas.com/Setyo Adi Kawasaki Motor Indonesia luncurkan KLX 230 dalam world premiere di PRJ 2019

"Nambah walaupun nambahnya (tak banyak), kita waktu itu rapat AISI bisa dibilang konservatif persentase penambahannya," kata Michael yang enggan menyebut penjualan Kawasaki tahun lalu.

Omicorn

Di sisi lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tidak perlu panik.

“Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi lonjakan kasus (varian) Omicon ini, karena pemerintah telah mengambil langkah-langkah persiapan untuk menghadapi gelombang Omicron ini," katanya.

"Masyarakat tetap saja beraktivitas seperti biasa sesuai dengan aturan prokes (protokol kesehatan) dan ketentuan PPKM,” ujar Luhut dikutip dari Setkab.go.id.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.