Bukan Cuma Gage, Mobil Pelat Dewa Jangan Kebal Melanggar Aturan Lain

Kompas.com - 21/01/2022, 10:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ramai mobil yang memakai pelat khusus atau sering disebut pelat dewa ditilang karena melanggar ganjil-genap di beberapa ruas jalan di DKI Jakarta.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, langkah petugas menilang merupakan upaya untuk menegakan aturan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Pada prinsipnya semua sama kedudukannya dalam hukum, setiap kendaraan bermotor dalam berlalu lintas harus taat kepada aturan," kata Budiyanto di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Alasan Polisi Mewajibkan Tes Psikologi buat Pemohon SIM

Pengguna jalan yang telah menerima surat konfirmasi tilang elektronik mendatangi kantor Satlantas Surakarta untuk melakukan konfirmasi.Satlantas Surakarta Pengguna jalan yang telah menerima surat konfirmasi tilang elektronik mendatangi kantor Satlantas Surakarta untuk melakukan konfirmasi.

Kendaraan yang mendapatkan prioritas dan kelancaran adalah pengguna jalan yang memperoleh hak utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 134 dan Pasal 135.

"Kendaraan dengan nomor Polisi khusus atau rahasia dalam Pergub yang mengatur tentang gage bahwa kendaraan dengann nopol (khusus dan/ atau rahasia) memang tidak termasuk dalam kendaraan yang mendapatkan pengecualian atau dispensasi di jalan," ungkapnya.

Menurut Budiyanto konteksnya dengan pelanggaran gage ialah harus menyesuaikan dengan peraturan sesuai kalender nasional. Tanggal genap menggunakan nomor genap dan sebaliknya.

Tak cuma masalah gage, mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu mengatakan, pelat dewa juga seharusnya ditilang jika melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas lainnya.

Baca juga: Alasan Harga Bekas Xpander dan Pajero Sport Tetap Stabil

Petugas Ditlantas Polda Riau saat menilang mobil dinas anggota dewan Sumbar, yang menggunakan pelat palsu.Dok. Ditlantas Polda Riau Petugas Ditlantas Polda Riau saat menilang mobil dinas anggota dewan Sumbar, yang menggunakan pelat palsu.

"Jadi kalau ada kendaraan dengan nopol khusus atau rahasia melewati atau berada di jalan tidak sesuai ketentuan dari aspek hukum memang bisa ditindak atau ditilang," kata dia.

"Termasuk pelanggaran- pelanggaran lalu lintas lainnya," ucap Budi, menambahkan.

"Untuk pembelajaran dan edukasi kita semua bahwa kendaraan yang ada di jalan yang memiliki kedudukan status yang sama di muka hukum tidak ada istilah previlage atau skala prioritas," katanya.

"Terkecuali pengguna jalan yang memperoleh hak utama sebagai mana sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu lintas dan angkutan jalan serta aturan pelaksanaannnya," ucap Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.