Ragam Lampu Depan Mobil, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Kompas.com - 14/01/2022, 20:01 WIB
Ilustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan SACS SpeedglowIlustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Lampu mobil merupakan salah satu komponen mobil yang memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Sebagai penerang jalan, intensitas cahaya lampu depan bervariasi tergantung jenis lampunya.

Ada tiga jenis lampu yang paling banyak digunakan produsen mobil saat ini, yaitu lampu halogen, light emitting diode (LED), dan high intensity discharge (HID)

Lampu jenis LED dan HID warnanya putih dan cenderung lebih terang ketimbang lampu halogen yang umumnya berwarna kuning. Namun, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca juga: Simak Kelebihan dan Kekurangan Lampu Utama Warna Kuning dan Putih

1. Lampu halogen

Lampu jenis ini merupakan lampu yang sudah lebih lama ada dan digunakan sebelum LED dan HID populer. Berbeda dengan lampu LED dan HID, lampu halogen memancarkan warna yang agak kekuningan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana menjelaskan, jangkauan lampu halogen saat malam jauh dan sinarnya memantulkan warna marka jalan.

Namun, lampu halogen cenderung lebih boros aki. "Lampu halogen memiliki watt yang lebih besar, sehingga boros aki. Kemudian, halogen fisiknya lebih besar, tidak ramping dan kompak," ujar Sony.

Kekurangan lain lampu halogen adalah proses pemanasannya. Lampu halogen akan terasa panas setelah digunakan. Panasnya seringkali merambat hingga ke rumah lampu.

Head lamp All New Corolla 1997 AE111 yang sudah diganti dengan Landcruiser VX80KOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Head lamp All New Corolla 1997 AE111 yang sudah diganti dengan Landcruiser VX80

Baca juga: Jangan Sembarangan, Lampu Rem Tidak Boleh Pakai Warna Putih

2. Lampu LED

Lampu jenis ini merupakan tipe lampu yang banyak digunakan pada mobil-mobil baru saat ini. Sumber utama cahaya lampu LED adalah dioda yang tidak mengeluarkan panas, berbeda dari halogen yang menyala karena proses pemanasan filamen tungsten.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.