Ini Efek Buruk Sering Campur BBM pada Mesin Motor

Kompas.com - 07/01/2022, 12:13 WIB
Bensin eceran yang dijual di sepanjang jalan Eltari Kefamenanu dijual per botolnya Rp 10.000 sejak Agustus 2014 lalu. Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBensin eceran yang dijual di sepanjang jalan Eltari Kefamenanu dijual per botolnya Rp 10.000 sejak Agustus 2014 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan jenis bensin yang berbeda-beda pada sepeda motor nampak sepele, namun ternyata dapat berefek negatif terhadap performa mesin.

Selain bensin dari SPBU, biasanya bensin eceran yang mudah ditemukan di pinggir jalan sering jadi alternatif, khususnya bila sedang berada jauh dari lokasi tempat pengisian BBM.

Walaupun tidak merusak mesin, mencampur bensin sembarangan dapat mengurangi tenaga yang dihasilkan oleh motor.

Baca juga: Apa Benar Pakai Bensin Oktan Tinggi Bisa Memperbaiki Emisi Gas Buang?

"Apabila yang sebagai pencampur bensinnya tidak bagus, ya akibatnya tenaga (motor) kurang," ujar Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) pada Kompas.com, Rabu (5/1/2022).

Efek nyata yang terlihat pada motor jika pengguna sering sembarangan mencampur-campur bensin adalah knalpot yang mulai mengeluarkan asap.

Ruang pembakaran motor juga bisa cepat kotor. "Lama kelamaan, di dalam ruangan bakar akan banyak kerak karbon," ucap Endro.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Baca juga: Jangan Biasakan Isi Tangki Bensin Motor Kurang dari Setengah

Kerak atau endapan karbon yang mengisi ruang bakar kemudian akan menumpuk dan bisa menyebabkan mesin menjadi lebih cepat panas dan overheat.

Sedangkan Kepala Bengkel Bintang Motor Depok Ribut Wahyudi, mengatakan bahwa mencampur bensin bisa menimbulkan knocking pada motor.

"Tidak merusak mesin, tapi bisa menimbulkan knocking atau ngelitik, bila tidak sesuai dengan kompresi motornya," kata Ribut, Rabu (5/1/2022).

Knocking sendiri adalah istilah untuk menjelaskan bunyi yang menyerupai ketukan pada sebuah mesin. Biasanya, knocking terjadi akibat kesalahan penggunaan bahan bakar untuk kendaraan.

Senada dengan Endro, Ribut menegaskan bahwa mencampur bensin juga pada akhirnya bisa menimbulkan kerak di ruang bakar.

"Bisa menimbulkan timbunan kerak dalam ruang bakar," ujar Ribut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.