Diklaim Mampu Tekan Pelanggaran, Pengamat Minta ETLE Mobile Dijalankan

Kompas.com - 03/01/2022, 17:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile di sejumlah wilayah selama proses pengamanan lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru 2022 terbilang sukses.

Sebab, dengan dipasangkan ke mobil patroli jangkauan area pengamanan bisa lebih luas dibandingkan ETLE biasa yang mengandalkan CCTV. Maka, dalam jangka pendek inovasi itu perlu digalakkan.

Sehingga, bisa menimbulkan deterence effect atau efek pencegahan pada pengguna jalan sebagaimana dikatakan Pemerihati Masalah Transportasi dan Hukum, Budiyanto.

Baca juga: Biaya Perpanjangan SIM A dan SIM C per Januari 2022

ETLE mobile ETLE mobile

"Situasi ini dapat membuat seseorang atau pengguna jalan mengurungkan niatnya melakukan sesuatu (pelanggaran) karena takut akan ganjaran yang bakal diterima,” kata dia, Minggu (2/1/2022).

ETLE Mobile kata Budiyanto, memiliki daya cegah dan daya tangkal yang kuat dari aspek psikologis, karena pengguna jalan merasa diawasi oleh alat dengan dukungan teknologi.

Lebih jauh, menurutnya dari aspek Yurisdis fasilitas itu merupakan amanah Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Pasal 272.

"ETLE sendiri lahir sebagai bentuk transformasi teknologi dan cara-cara konvensional menuju pada era modernisasi dengan dukungan teknologi," kata Budiyanto.

Baca juga: Daftar Harga BBM Shell, Pertamina, dan Vivo per Januari 2022

Petugas TMC Polres Blitar Kota mengawasi layar monitor yang terhubung pada kamera pengawas di tiga titik penerapan ETLE di Kota Blitar, Senin (27/12/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Petugas TMC Polres Blitar Kota mengawasi layar monitor yang terhubung pada kamera pengawas di tiga titik penerapan ETLE di Kota Blitar, Senin (27/12/2021)

Era digitalisasi sendiri, mendorong sektor pelayanan untuk memanfaatkan teknologi termasuk pelayanan di bidang penegakkan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

"ETLE cukup efektif dibandingkan degan cara-cara lama. Mampu untuk menghilangkan KKN karena petugas tidak bersentuhan langsung dengan para pelanggar, dapat berkerja selama 24 jam, dan ada alat bukti yang valid baik dalam bentuk video dan foto," ujarnya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.