Curhat Pengemudi Wanita yang Menjadi Korban Kejahatan di Jalan Raya

Kompas.com - 12/12/2021, 13:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya kejahatan yang terjadi di jalan raya saat ini menuntut para pengemudi mobil untuk lebih berhati-hati, terutama bagi para pengemudi wanita.

Seperti insiden baru-baru ini terjadi, menimpa wanita bernama Kumalameta. Ia membagikan kisahnya yang menjadi korban kejahatan di jalan melalui Instagram pribadinya.

Kejadian bermula saat Kumala sedang dalam perjalanan pulang kerja. Ketika tiba di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur, ada pria menggunakan sepeda motor yang mendekati kaca mobilnya sambil berbicara sesuatu.

Namun karena tidak terdengar dari dalam mobil, Kumala pun mengabaikan dan melanjutkan perjalanan.

Selang beberapa meter, pengendara motor lain kembali menghampiri mobilnya sambil mengetuk kaca spion dan menunjukan mobil belakangnya. Ia pun tetap melanju tanpa menghiraukan.

Baca juga: Yamaha WR 155R Diajak Taklukan Bukit Hambalang

“Namun selang beberapa meter, ada lagi seorang pria ketok kaca mobil saya kembali sambil bicara agak keras, "itu mobil belakang bahayain orang". Lalu saya melipir ke tepi jalan sambil cari tempat agak terang, persis di depan PT. JMT Jalan Jatinegara. Pas saya keluar mobil, ternyata ada pria masuk dari pintu kiri mengambil tas saya (persis kaya yang ada di CCTV),” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kejahatan seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengendara terutama untuk pengemudi wanita.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by kumalameta (@kumalameta)

Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengatakan, ada cara mudah yang bisa dilakukan oleh pengemudi sebelum berkendara, sehingga tidak ada gangguan di jalan ataupun bahaya yang bisa terjadi.

Pengemudi wajib untuk melakukan pemeriksaan kendaraan atau POWDER, yakni Petrol, Oil, Water, Damage, Electrical dan Rubber,” ucap Roslianna saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/11/2021).

Ia melanjutkan, pengemudi harus pastikan posisi bensin selalu tersedia, minimal seperempat atau lebih baik setengah tangki. Kemudian selalu cek batas posisi oli dan masa ganti oli serta pastikan cek ketersedian air aki, air wiper dan air radiator. Pastikan semua sesuai ukuran standar.

“Kenali juga posisi-posisi baret di body mobil kita, karena sering dijadikan modus seolah-olah kita pelaku tabrak lari. Jika kita mengetahui dengan benar posisi baret di body mobil, maka bisa terhindar dari jeratan modus,” kata dia.

Tak kalah penting, pengemudi juga wajib untuk selalu mengecek tekanan angin ban. Jika dengan menggunakan nitrogen, pastikan sebulan sekali wajib melakukan penambahan tekanan angin.

Ilustrasi mengemudikan mobil di Jepang/www.huffingtonpost.com Ilustrasi mengemudikan mobil di Jepang/

Selanjutnya, pastikan semua alat komunikasi kita berfungsi dengan baik termasuk klakson, sehingga dapat dengan mudah komunikasi dengan pengguna jalan lain

Pengemudi wanita wajib melakukan hal tersebut, jangan hanya bisa mengemudi saja. Sehingga bisa menghindari gangguan dijalan, kendaraan terawat, dan aman tentunya di jalan. Karena pengemudi wanita kebanyakan hanya bisa mengemudi saja, makanya menjadi target para pelaku kejahatan, dan rasa ketakutannya tinggi,” kata Roslianna.

Baca juga: Siapa Ikon Baru MotoGP Setelah Valentino Rossi Pensiun?

Jika pengemudi mengalami insiden seperti Kumala, Roslianna menyarankan, sebaiknya untuk mengabaikan saja, selama mobil kita tidak ada masalah berupa tanda-tanda aneh.

“Lanjutkan saja. Jika mau berhenti, cari tempat yang aman dan ramai orang di sekitar kita. Misalnya, kantor polisi, pom bensin. Jika kita mau turun, lihat area sekeliling pastikan tidak ada tanda-tanda mencurigakan, pastikan matikan mesin, lalu kunci kendaraan. Baru periksa keliling area,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.