Kompas.com - 10/12/2021, 15:01 WIB
|

JEREZ, KOMPAS.com - Juara Dunia Moto2 2021 Remy Gardner akan naik ke kelas premier musim depan. Pebalap asal Australia itu bergabung bersama tim satelit KTM Tech3.

Gardner pun optimistis dengan motor barunya. Sebab dia mendapat respon positif setelah mengikuti dua kali tes yakni di Misano pada September dan tes dua hari di Jerez bulan lalu.

Anak mantan Juara Dunia 500cc tahun 1987 Wayne Gardner itu berpendapat, motor MotoGP cocok dengan gaya balapnya karena motor lebih besar dan lebih bertenaga.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Mobil Saat Musim Hujan

Remy Gardner saat sesi tes MotoGP 2022 di Sirkuit JerezDok. @tech3racing Remy Gardner saat sesi tes MotoGP 2022 di Sirkuit Jerez

"Kuharap kita bisa melanjutkan kisah itu!" kata sang rookie mengutip Crash.net, Jumat (10/12/2021).

“Saya berasal dari trek tanah saat masih kecil, jadi saya selalu terbiasa meluncur dan motornya menyamping, dan berputar dengan belakang. Casey (Stoner), ayah saya, dan semua orang itu berasal dari trek tanah di Australia," katanya.

“Jadi itu pasti membantu saya, terutama di motor besar," yakin Gardner.

KTM Tech3 kedatangan dua pebalap rookie, Remy Gardner dan Raul FernandezDok. @tech3racing KTM Tech3 kedatangan dua pebalap rookie, Remy Gardner dan Raul Fernandez

Gardner mengatakan, motor Moto2 juga sekarang lebih besar dan sesuai dengan gaya balapnya. Tapi untuk barbagai hal teknis lainnya maka motor MotoGP yang terbaik.

“Di motor Moto2 sekarang dengan Triumph gaya motornya sedikit lebih besar. Anda harus mengangkat motornya. Ini semacam campuran antara Moto3 dan Moto2 ketika Anda memiliki mesin CBR (Honda)," katanya.

Baca juga: Pengalaman Sehari Berkendara Honda All New Civic RS

"Tetapi jika Triumph lebih merupakan gaya motor besar, MotoGP adalah yang terbaik!," katanya.

Remy Gardner resmi akan masuk ke MotoGP mulai musim 2022 bersama Tech 3Dok. @tech3racing Remy Gardner resmi akan masuk ke MotoGP mulai musim 2022 bersama Tech 3

Dia bahkan mengatakan perangkat elektronik pada RC16 terlalu banyak yang membuatnya jadi kurang menikmati sensasi asli motor.

“Saya merasa terlalu banyak elektronik di atasnya (motor MotoGP). Ini memotong tenaga terlalu banyak untuk saya,” katanya.

"Itu benar-benar apa yang telah kami kerjakan selama dua hari (di Jerez), jadi saya bisa mendapatkan sedikit lebih banyak slide di motor dan pada throttle awal, karena saya suka berbelok dengan bagian belakang,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Crash.net
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.