Kompas.com - 05/12/2021, 09:41 WIB
Abu vulkanik letusan Gunung Taal menyelimuti kendaraan dan rumah-rumah warga di Kota Tagaytay FIlipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi. AFP/TED ALJIBEAbu vulkanik letusan Gunung Taal menyelimuti kendaraan dan rumah-rumah warga di Kota Tagaytay FIlipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahaya abu vulkanik dari Gunung Semeru tidak hanya berpengaruh pada manusia, hewan, dan tumbuhan saja. Tetapi juga benda lainnya yang ada dalam jangkauan seperti kendaraan bermotor.

Dijelaskan Dealer Technical Support Dept PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, karakter abu vulkanik berbeda dari abu biasa, lebih tajam dan dapat merusak bagian mobil karena mengandung partikel seperti kaca.

"Abu vulkanik juga mengandung asam yang sifatnya korosif, jadi part yang berbasis logam bisa terdampak. Terutama di bagian eksterior seperti bodi dan kaca," katanya.

Baca juga: Grab Indonesia Klaim Sudah Pakai 8.500 Kendaraan Listrik

Tangkapan layar dari video yang beredar yang menunjukkan jembatan di Lumajang putus akibat awan panas guguran SemeruKOMPAS.COM/Tangkapan layar Tangkapan layar dari video yang beredar yang menunjukkan jembatan di Lumajang putus akibat awan panas guguran Semeru

Pada manusia, zat yang bersifat korosif bisa menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem pernafasan, dan organ tubuh lainnya. Sementara bagi benda seperti kendaraan, zat asam bisa menyebabkan kehancuran.

Lebih jauh, paparan dari abu tersebut juga bisa merusak beberapa bagian yang berada di mesin apabila dibiarkan terlalu lama. Sehingga disarankan untuk lakukan pembersihan bila mengalami kondisi terkait.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Kepala Bengkel Suzuki Pabelan, Nugroho dalam kesempatan terpisah. Bahkan, menurut dia filter udara mobil juga bisa terkenda dampak dan merusak ruang pembakaran.

Baca juga: Ini 3 Faktor yang Bisa Bikin Bus Terbakar

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi. Gunung Semeru meletus pada hari ini, Sabtu (4/12/2021) siang. TWITTER Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi. Gunung Semeru meletus pada hari ini, Sabtu (4/12/2021) siang.

"Khususnya bila filter udara yang bolong atau rongganya terlalu besar bisa saja abu masuk ruang bakar dan berakibat lebih fatal. Namun kalau filter udara masih baik kemungkinan abu masuk ruang bakar tetep ada tapi sangat kecil kemungkinan," kata dia.

Ia juga menyebutkan bahwa penumpukan abu vulkanik pada sistem pengereman akan membuat rem mengeluarkan bunyi ketika difungsikan. Jadi, penting untuk memperhatikan kembali kendaraan bila terkena paparan dari abu vulkanik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.