Toyota Kembangkan Teknologi Baterai Baru buat Mobil Hybrid

Kompas.com - 30/11/2021, 18:01 WIB
Toyota Aqua Dok. ToyotaToyota Aqua
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Tren mobil listrik yang berkembang pesat turut membuat pabrikan Toyota memperbarui teknologi baterai mobil-mobil hybrid-nya.

Toyota Prius, mobil hybrid pertama yang masuk pasar pada 1990-an, pertama kali dilengkapi dengan baterai hibrida nikel-logam.

Sejak itu, baterai tersebut telah diperbarui menjadi 'baterai nikel-metal hidrida bipolar'. Baterai ini siap digunakan secara perdana pada Toyota Aqua (Prius C) yang diperbarui pada 2021.

Baca juga: Berapa Denda yang Harus Dibayar Penunggak Pajak Kendaraan?

Rangka dan baterai pada mobil listrik murni Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Rangka dan baterai pada mobil listrik murni Toyota, Lexus UX 300e.

Dilansir dari Auto News (30/11/2021), baterai bipolar baru menghasilkan 1,5 kali output dari pengaturan lama dan memungkinkan 1,4 kali lebih banyak sel di ruang yang sama.

Motoyoshi Okumura, Group Manager Toyota Advanced Battery Development Division, mengatakan, pihaknya mulai mengerjakan arsitekur baterai baru pada 2016.

“Jika kami menggunakan ruang yang sama, kami dapat memasang baterai yang memiliki output dua kali lipat. Masyarakat memiliki citra bahwa baterai nikel-metal hidrida adalah baterai lama, tetapi sebenarnya tidak” ujar Okumura, dikutip dari Auto News.

Baca juga: Skema Kredit Xenia Model Baru, Cicilan Mulai Rp 3 Jutaan

Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)KOMPAS.com Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)

“Kami mulai mengembangkan baterai nikel-metal hidrida tipe baru ini karena, setelah 20 tahun menggunakannya, ada rekor pencapaian. Namun desain dasarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jadi kami memutuskan untuk mengambil tantangan untuk meningkatkan output,” kata dia.

Toyota kabarnya akan menggunakan baterai hidrida nikel-logam bipolar yang sama untuk kendaraan hybrid, yang membutuhkan aliran daya cepat.

Untuk diketahui, dalam peta jalan Toyota saat ini menyerukan generasi baru baterai lithium-ion di paruh kedua tahun 2020-an, serta pengembangan baterai solid-state.

“Dalam mencapai netralitas karbon, sangat penting untuk mempertahankan berbagai pilihan. Jadi, penting bagi kami untuk melakukan R&D pada berbagai jenis baterai,” ucap Okumura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.