Marak Kasus Mobil Terbakar, Ini Pentingnya Bawa APAR

Kompas.com - 30/11/2021, 17:12 WIB
Sebuah mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi B 2683 KZF hangus terbakar di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, wilayah Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/11/2021). Dok. Sudin Gulkarmat JaktimSebuah mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi B 2683 KZF hangus terbakar di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, wilayah Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus mobil terbakar terjadi lagi di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur. Kejadian ini tentu bisa dijadikan pelajaran bagi pemilik kendaraan dan tidak menganggap sepele.

Disebutkan mobil tiba-tiba mengeluarkan asap, sebelum akhirnya api membakar seluruh bodi mobil.

“Indikator engine system menyala, tiba-tiba keluar api dari bagian kap mobil. Api kemudian menyebar ke seluruh bodi mobil,” ucap Kepala Seksi Operasi Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Gatot Sulaeman, Senin (30/11/2021).

Untuk itu penting bagi setiap pemilik mobil membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sehingga, jika terjadi kebakaran, bisa langsung segera ditangani.

Baca juga: Quartararo Sudah Punya Strategi Adang Bagnaia Musim Depan

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, dengan adanya APAR di setiap mobil, kebakaran bisa dicegah agar tidak semakin meluas dan merembet ke bagian lainnya.

alat pemadam api ringan (APAR) terpasang di dalam mobilEbay alat pemadam api ringan (APAR) terpasang di dalam mobil

“Adanya APAR minimal kalau terjadi kebakaran ada tindakan yang cepat atau preventif sehingga kebakaran tidk menjalar yang lebih besar untuk menekan risiko yang lebih besar,” ucap Budiyanto beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemprov Jabar Kejar Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Tahun Depan

Hal senada juga diungkapkan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, meski APAR bukan alat utama tapi bisa menjadi alat pelengkap yang dibutuhkan untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran, atau bahkan menolong orang lain yang membutuhkan.

“Saat kecelakaan, besar kemungkinan percikan api muncul dari mobil yang mengalami benturan dan gesekan. Karena jangan sampai kita menjadi penonton apabila mengalami kebakaran. Bukan masalah di cover oleh asuransi. Tapi tanggung jawabnya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.