Mana yang Lebih Penting Saat Membuat SIM, Tes Praktik atau Psikotes?

Kompas.com - 30/11/2021, 10:12 WIB
Demi membantu pemohon SIM menjalani ujian praktik dengan baik, Satlantas Polres Gresik membuka layanan coaching clinic. KOMPAS.com / HamzahDemi membantu pemohon SIM menjalani ujian praktik dengan baik, Satlantas Polres Gresik membuka layanan coaching clinic.

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya tes psikologi bagi pemohon surat izin mengemudi (SIM) yang diberlakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak tahun 2018 sempat menuai pro dan kontra.

Tidak sedikit yang menganggap psikotes hanya akan menjadi pos biaya baru di kepolisian dan membuat ongkos penerbitan SIM makin mahal.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, psikotes bagi pemohon SIM pada dasarnya perlu dan penting.

Namun, dari sekian komponen penilaian saat pengambilan SIM, masih ada yang harus diprioritaskan. Salah satunya adalah praktik di jalan, yang menurut Jusri menghilang dari daftar uji SIM.

Baca juga: Peluncuran Model Baru Gesits Mundur Tahun Depan

Lebih lanjut lagi, Jusri menjelaskan, tes praktik di jalan sudah muncul sejak tahun 1960-an. Dirinya pun sempat merasakan saat membuat SIM pertama kali. Namun, ujian ini menghilang sekitar tahun 1990.

Beberapa peserta ujian SIM saat praktik di jalan Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). KOMPAS.com/ Karnia Septia Beberapa peserta ujian SIM saat praktik di jalan Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Padahal, menurutnya, standar ujian SIM harus mencakup beberapa macam tes, mulai dari tes tertulis, tes simulasi, menggunakan alat, tes praktik lapangan, hingga tes praktik jalan.

“Ini yang harusnya lebih dulu dijalankan dan dipastikan. Apalagi standar di daerah-daerah kadang masih berbeda dengan kota-kota besar,” ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain itu, dengan melakukan tes praktik di jalan, kepolisian bisa langsung mendapatkan hasil soal gambaran perilaku seseorang saat berkendara di jalan.

Sebab, dalam ujian tes simulasi menggunakan alat dan tes praktik di lapangan sebetulnya kepolisian tidak mendapat apa-apa karena obyek di sekelilingnya tidak bergerak.

Petugas ruang Simulator Ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) C atau kendaraan roda dua di Satlantas Mapolrestabes Kota Bandung, Jawa Barat, mendampingi peserta ujian yang menggunakan alat ini, Kamis (8/2/2012). Dari enam alat simulator yang ada hanya dua alat yang berfungsi. Selama ini tidak ada teknisi khusus untuk memperbaiki alat tersebut sehingga petugas setempat yang berusaha memperbaikinya sendiri.KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Petugas ruang Simulator Ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) C atau kendaraan roda dua di Satlantas Mapolrestabes Kota Bandung, Jawa Barat, mendampingi peserta ujian yang menggunakan alat ini, Kamis (8/2/2012). Dari enam alat simulator yang ada hanya dua alat yang berfungsi. Selama ini tidak ada teknisi khusus untuk memperbaiki alat tersebut sehingga petugas setempat yang berusaha memperbaikinya sendiri.

Baca juga: Bus Perkotaan Punya Karakteristik Model Bangku Saling Berhadapan

Berbeda dari tes praktik di jalan yang serba dinamis dan natural, sehingga dapat menguji kemampuan sesungguhnya.

“Kalau cuma ingin mengetahui attitude seseorang saat berkendara di jalan, sebaiknya mulai lagi tes praktik di jalan. Di sana komponen penilaian psikotes bisa terlihat semua, mulai dari emosi, kepatuhan, empati, dan keterampilan dalam berlalu lintas,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.