Bus Perkotaan Punya Karakteristik Model Bangku Saling Berhadapan

Kompas.com - 29/11/2021, 12:42 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama enam pedagang pasar wilayah Solo Raya, saat mencoba BRT Trans Jateng rute Solo-Sragen, Kamis (3/9/2020). DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama enam pedagang pasar wilayah Solo Raya, saat mencoba BRT Trans Jateng rute Solo-Sragen, Kamis (3/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, berbagai kota di Indonesia mulai kembali menggunakan bus di dalam kota. Bus ini juga dikenal sebagai BRT atau Bus Rapid Transit yang mendatangi setiap bus stop atau halte di pinggin jalan.

Jika diperhatikan, susunan bangku yang digunakan BRT saling berhadapan. Berbeda ceritanya dengan bus antar kota yang semua bangkunya menghadap ke depan.

Lalu mengapa susunan bangkunya berbeda?

Baca juga: Satu Lagi Brand Bodykit Lokal, Hadir di Innova dan Fortuner

Sejumlah penumpang mencoba fasilitas di dalam bus rapid trans (BRT) trans Jateng saat acara peluncuran koridor 1 Purwokerto-Purbalingga di Terminal Bulupitu Purwokerto, Senin (13/8/2018).KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Sejumlah penumpang mencoba fasilitas di dalam bus rapid trans (BRT) trans Jateng saat acara peluncuran koridor 1 Purwokerto-Purbalingga di Terminal Bulupitu Purwokerto, Senin (13/8/2018).

Sales Staff Karoseri Tentrem Dimas Raditya mengatakan, susunan bangku BRT yang saling berhadapan memang idealnya seperti itu. Mengingat bus ini punya alur penumpang naik-turun yang cukup sering.

“Idealnya memang seperti itu, karena buat arus keluar masuk penumpang lebih mudah dan cepat. Selain itu, kursinya juga terbuat dari plastik yang diberi busa di tengah,” kata Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Selain itu, jumlah bangku di BRT lebih sedikit dan disediakan banyak pegangan tangan untuk penumpang berdiri. Jumlah bangku yang lebih sedikit ini juga berkaitan dengan mobilitas penumpang yang cepat baik naik maupun turun dari bus.

Baca juga: Sopir Mercy Lawan Arus karena Pikun, Bisa Dijatuhi Hukuman?

Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

“BRT lebih berfungsi untuk menampung penumpang yang berdiri, oleh karena itu disediakan pegangan tangan di kabinnya,” ucap Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana.

BRT juga punya rute yang cukup pendek, fungsi utamanya juga bisa memuat banyak penumpang dengan aman. Berbeda dengan bus antar kota yang harus memerhatikan kenyamanan penumpang dalam perjalanan berjam-jam.

Selain itu, pada BRT juga tidak disediakan bagasi, dikarenakan menggunakan model bus dengan dek yang rendah. Pada bagian bawah bus yang bisa dijadikan bagasi, dipasang tangki udara untuk sistem pintu otomatisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.