Mengenal Standar Uji Guling Bus, UN ECE R66

Kompas.com - 24/11/2021, 09:01 WIB
Uji guling Karoseri Laksana bus-truck.idUji guling Karoseri Laksana

JAKARTA, KOMPAS.comKaroseri Tentrem belum lama ini memperkenalkan produk baru di GIIAS 2021. Produk tersebut merupakan bodi Avante H7 AB yang kini juga sudah lolos uji tes guling dengan standar UN ECE R66.

Selain bodi bus buatan Karoseri Tentrem, Karoseri Laksana juga lebih dahulu menguji guling bodi bus buatannya dengan standar eropa tersebut. Lalu apa maksud dari adanya uji guling tersebut?

UN ECE R66 merupakan singkatan dari United Nation Economic Commission of Europe Regulation No.66. Standar uji guling ini berlaku di negara-negara eropa yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

Baca juga: Catat, Ini 40 Jalan Tol yang Bakal Terapkan Pembayaran Nirsentuh Tanpa Berhenti

Karoseri Laksanamobilkomersial.com Karoseri Laksana

Pengujian yang dilakukan lebih pada super struktur bodi bus ketika terguling. Jadi apakah ketika bus terguling, struktur bus tetap kokoh sehingga mengamankan penumpang maupun pengemudi di kabinnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Standar uji guling ini juga cuma berlaku untuk bodi bus single deck maupun articulated bus atau bus gandeng. Untuk bodi bus buatan Karoseri Tentrem, pengujiannya masih dalam bentuk soft ware saja, belum dites langsung.

Sedangkan untuk di Karoseri Laksana, sudah ada alat uji gulingnya sendiri. Namun sebelum diuji langsung atau digulingkan, bodi bus memang melalui simulator terlebih dahulu.

Baca juga: All New Xenia Mendominasi Pemesanan Daihatsu Selama Pameran

Bus baru Karoseri Tentrem, Avante H7 AB yang dipasang ke sasis Hino R260KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Bus baru Karoseri Tentrem, Avante H7 AB yang dipasang ke sasis Hino R260

“Kemudian jika sudah pakai simulator, diuji rangkanya. Rangka bus yang diuji bisa sepertiga bagian atau bus utuh yang digulingkan dengan alat dengan kemiringan sampai 40 derajat,” ucap Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana kepada Kompas.com belum lama ini.

Indikator bus tersebut lolos atau tidak, bisa dilihat adalah tidak adanya komponen eksterior yang masuk ke area aman dari penumpang dan pengemudi. Begitu juga sebaliknya, area residual harus tetap aman konstruksinya ketika bus terguling.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.