Pahami Durasi Aman Saat Mengemudi Jarak Jauh

Kompas.com - 05/11/2021, 08:12 WIB
Ilustrasi berkendara di tol trans jawa dok.HPMIlustrasi berkendara di tol trans jawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Andriansyah mengalami kecelakaan maut di Tol Nganjuk arah Surabaya kilometer 672+400A, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jawa Timur AKBP Dwi Sumrahadi mengatakan, kecelakaan itu bermula saat mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna putih menabrak pembatas jalan di sebelah kiri yang terbuat dari beton.

Namun demikian, ada dugaan bahwa sopir juga sedang mengantuk, sehingga menabrak pembatas jalan di area tol Jombang-Mojokerto arah menuju Surabaya.

Baca juga: Ini yang Membuat Pengguna Jalan di Indonesia Enggak Tertib Aturan

Berkaca dari kejadian tersebut, sebaiknya pengemudi memiliki manajemen perjalanan waktu yang baik saat menempuh perjalanan jauh. Apalagi jika pengemudi berperan sebagai sopir tunggal tanpa pengganti. Sebab, menyetir secara terus menerus tanpa bergantian berisiko tinggi.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, jika durasi maksimal bagi manusia berada di balik kemudi mobil disarankan 3 jam.

“Mau jalannya lancar atau macet sebaiknya setiap 3 jam melakukan istirahat. Karena jika lebih dari 3 jam, pengemudi akan merasa lelah dan jenuh yang bisa membuat hilangnya konsentrasi,” ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi rest area di jalan tolKementerian PUPR Ilustrasi rest area di jalan tol

Jusri melanjutkan, bagi yang melakukan perjalanan lewat jalan tol, wajib istirahat di rest area. Hindari berhenti sembarangan di bahu jalan, karena berbahaya bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Selama beristirahat, pengemudi bisa melakukan aktivitas ringan seperti melakukan perenggangan atau berjalan-jalan di sekitar rest area. Bisa juga dengan makan, atau tidur sejenak untuk mengembalikan konsentrasi.

Istirahat minimal 30 menit, setelah itu sudah bisa jalan lagi. Nanti istirahat lagi kalau sudah 3 jam. Sebaiknya kalau menyetir sudah lebih dari 12 jam, cari penginapan untuk istirahat yang lebih maksimal,” kata dia.

Baca juga: Sistem Airbag buat Pengendara Motor, Diambil dari Pesawat Tempur

Selain itu, Jusri juga mengingatkan jam-jam krusial terjadinya kecelakaan ada pada waktu pergantian dari sore ke malam, atau malam ke pagi.

“Tambah waktu istirahat saat waktu magrib atau waktu subuh, karena saat itu mata kita butuh penyesuaian dari terang ke gelap atau gelap ke terang,” ucap Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cobain Gelis Mini Jeep, Asik Buat Mainan

Cobain Gelis Mini Jeep, Asik Buat Mainan

Tes
Berikan Keleluasaan Lebih Sesuai Preferensi Konsumen Indonesia, Hyundai Hadirkan Layanan My Own CRETA

Berikan Keleluasaan Lebih Sesuai Preferensi Konsumen Indonesia, Hyundai Hadirkan Layanan My Own CRETA

BrandzView
Ralliart Bikin Wajah Pajero Sport dan Triton Jadi Makin Sporty

Ralliart Bikin Wajah Pajero Sport dan Triton Jadi Makin Sporty

Modifikasi
Kebut-kebutan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Tol

Kebut-kebutan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Tol

News
Kasus Mercy Lawan Arah di Jalan Tol, Ini Ancaman Hukumannya

Kasus Mercy Lawan Arah di Jalan Tol, Ini Ancaman Hukumannya

Feature
[POPULER OTOMOTIF] Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaan Saat Rally | Awal Mula Marquez Benci Rossi | Faktor Penyebab Utama Kecelakaan di Ruas Jalan Tol

[POPULER OTOMOTIF] Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaan Saat Rally | Awal Mula Marquez Benci Rossi | Faktor Penyebab Utama Kecelakaan di Ruas Jalan Tol

Feature
Video Viral Mercy Lawan Arah di Tol, Tabrak Mobilio sampai Ringsek

Video Viral Mercy Lawan Arah di Tol, Tabrak Mobilio sampai Ringsek

News
Perang Karya Modifikasi Virtual Daihatsu Berhadiah Puluhan Juta

Perang Karya Modifikasi Virtual Daihatsu Berhadiah Puluhan Juta

Modifikasi
Selama Libur Nataru 2021 Polisi Gelar Operasi Lilin

Selama Libur Nataru 2021 Polisi Gelar Operasi Lilin

News
Mobil Ringsek tapi Bambang Soesatyo Selamat Tanpa Luka, Ini Pengamanan Mobil Rally

Mobil Ringsek tapi Bambang Soesatyo Selamat Tanpa Luka, Ini Pengamanan Mobil Rally

Feature
Ketua Umum IMI Apresiasi Dyandra Sudah Gelar IAM x IIMS Motobike Show

Ketua Umum IMI Apresiasi Dyandra Sudah Gelar IAM x IIMS Motobike Show

News
Layanan Bus Trans Pakuan Tuai Respon Positif Warga Bogor

Layanan Bus Trans Pakuan Tuai Respon Positif Warga Bogor

Niaga
Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaaan Saat Rally di Meikarta, Ini Spek Mobil Balapnya

Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaaan Saat Rally di Meikarta, Ini Spek Mobil Balapnya

Feature
Hino Luncurkan Lembaga Pelatihan Kerja Terakreditasi LA LPK Prov. Banten

Hino Luncurkan Lembaga Pelatihan Kerja Terakreditasi LA LPK Prov. Banten

Niaga
Kronologi Kecelakaan Bamsoet dan Sean Gelael Saat Rally di Meikarta

Kronologi Kecelakaan Bamsoet dan Sean Gelael Saat Rally di Meikarta

Sport
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.