Cara Menyetir Double Cabin, Beda dari Mobil Biasa

Kompas.com - 04/11/2021, 11:02 WIB
Nissan All-New Np300 Navara mid-grade (SL) saat peluncuran di Gandaria City, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Double cabin 4WD dengan desain modern di kelasnya ini dijual dengan harga Rp.380 juta hingga Rp. 430 juta on the road. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMONissan All-New Np300 Navara mid-grade (SL) saat peluncuran di Gandaria City, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Double cabin 4WD dengan desain modern di kelasnya ini dijual dengan harga Rp.380 juta hingga Rp. 430 juta on the road. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.comPikap kabin ganda atau double cabin (dcab) merupakan kendaraan yang biasanya digunakan di area tambang. Dcab memilik beragam fitur yang cocok digunakan untuk melibas medan yang berat seperti sistem penggerak 4x4.

Belakangan ini, dcab juga sering terlihat digunakan di jalanan perkotaan. Tampilannya yang gagah cocok untuk orang yang berani tampil beda di jalan raya. Selain itu, dcab zaman sekarang juga sudah mulai nyaman untuk digunakan sebagai kendaraan harian.

Namun, perlu diingat, menyetir dcab tidak bisa disamakan dengan mobil penumpang lain. Memang di kabinnya bisa muat lima orang, layaknya mobil hatchback, tetapi di belakang kabin, masih ada bak yang ukurannya lumayan besar dan panjang.

Baca juga: Begini Tampang Toyota Avanza Generasi Baru

Aksesoris pikap kabin gandainstagram/laksana_motor Aksesoris pikap kabin ganda

Echa Sumual, anggota DCab Id, mengatakan, mengemudikan dcab di jalan raya lebih kurang mirip rasanya dengan menyetir SUV karena platform-nya yang sama. Namun, perhatikan juga wheelbase dcab yang panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Perbedaan dengan mobil biasa yaitu dcab memiliki wheelbase yang panjang, sehingga handling-nya tidak segesit mobil yang lebih kecil. Kedua, harus sadar dengan bodi dcab yang panjang,” kata Echa kepada Kompas.com, belum lama ini.

Bodi yang panjang ini perlu diperhatikan pengemudi, apalagi kalau melewati jalanan yang sempit dan melakukan manuver pindah lajur saat macet. Ingat, bagian belakang (bak) dari dcab ini lumayan panjang, jangan sampai mengenai kendaraan lain.

Baca juga: Begini Pengecekan Syarat Perjalanan Transportasi Darat di Jawa-Bali

“Jangan sampai buntutnya ketinggalan saat pindah lajur, sehingga bisa menyenggol kendaraan lain,” ucap Echa.

Terakhir, dimensi dcab yang panjang ini cukup merepotkan jika parkir. Biasanya bagian kap mesin memang agak maju dibanding dengan mobil lainnya. Begitu juga bagian bak, jangan sampai menabrak mobil yang ada di belakangnya.

“Kadang-kadang ban belakang belum kena pembatas ban, tetapi baknya sudah mepet ke mobil di belakangnya. Jadi salah satu yang harus adaptasi lagi yaitu saat memarkir dcab,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.