Ramai Dugaan Skandal, Bengkel Umum Dipercaya Konsumen karena Egaliter

Kompas.com - 01/11/2021, 10:22 WIB
Servis motor Yamaha Foto: YamahaServis motor Yamaha

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini dugaan skandal yang melibatkan bengkel resmi PT Astra Honda Motor (AHM), yakni Astra Honda Authorized Service (AHASS) ramai di media sosial.

Kabar tersebut awalnya diungkapkan oleh warganet yang mengaku sempat mengikuti pelatihan gratis dan langsung melihat kejadiannya.

Contohnya seperti teknisi yang meminta pemilik untuk mengganti suatu komponen, padahal kondisinya masih baik. Atau mengumpulkan sisa oli yang tidak dituangkan seluruhnya.

Baca juga: Taat Bayar Pajak, Kendaraan Akan Ditempel Stiker Hologram

ITC Duta Mas Fatmawati yang dikenal sebagai sentra onderdil dan aksesori mobil.Aditya Maulana, Otomania ITC Duta Mas Fatmawati yang dikenal sebagai sentra onderdil dan aksesori mobil.

Kondisi ini secara langsung mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen untuk melakukan servis di bengkel resmi. Bahkan tak sedikit konsumen yang cenderung memilih bengkel umum untuk merawat kendaraannya.

Hermas Efendi Prabowo, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN), mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat bengkel umum lebih dipercaya konsumen.

“Kalau di bengkel umum, semua bisa kita lihat langsung. Konsumen controlling langsung, karena ruang antara workshop dan customer sangat egaliter,” ujar Hermas, kepada Kompas.com (31/10/2021).

Baca juga: 11 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cikampek, Pahami Rumus 3 Detik

Ilustrasi ganti oliDeltalube Ilustrasi ganti oli

“Jadi istilahnya konsumen bisa jalan-jalan ke dalam bengkel, tahu mobil atau motornya sedang dikerjakan, mengerti masalah kendaraannya,” kata dia.

Hermas mengklaim tingkat penyelewengan di bengkel umum relatif lebih kecil. Sebab, konsumen bisa melihat langsung saat montir melakukan pekerjaannya.

“Kenapa? Karena bisa lihat langsung. Kalau montir lagi bongkar, konsumen kalau mau bisa nongkrongin. Jadi kalau terkait kasus itu, sebetulnya tergantung konsumen, karena dia sendiri yang menentukan harus ke bengkel mana,” ucap Hermas.

Baca juga: Berburu Honda Stream Bekas, Berapa Kisaran Harganya?

Stefano Kenrikp, pemilik bengkel motor YTS di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, tengah melayani sejumlah pelanggannya, Senin (6/11/2017).Fachri Fachrudin Stefano Kenrikp, pemilik bengkel motor YTS di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, tengah melayani sejumlah pelanggannya, Senin (6/11/2017).

Meski begitu, Hermas tak memungkiri ada saja bengkel umum yang suka menipu konsumen. Namun menurutnya, konsumen saat ini sudah pintar memilih bengkel umum yang bagus dan bisa dijadikan rujukan.

“Masih ada bengkel yang hobi kasih angin surga, misal ada kerusakan apa, dia bilang gampang, paling cuma segini. Tapi begitu dibenerin, masih nambah ini itu,” kata Hermas.

“Di sini kami juga mau edukasi ke teman-teman, lebih baik kita ngomong sesuatu yang fair saja di depan. Ada perbaikan sekian sampai sekian. Bisa murah, jelaskan saja, tetapi kita mesti pakai spare part bekas atau KW. Jadi konsumen ketika memutuskan, dia mengerti,” ucap Hermas, melanjutkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.