Rem Blong, Truk Ini Terhindar dari Kecelakaan Berkat Jalur Penyelamat

Kompas.com - 17/10/2021, 15:02 WIB
Tangkapan layar video truk yang mengalami rem blong masuk ke jalur penyelamat. Akun Instagram @gejolak_kawula_mudaTangkapan layar video truk yang mengalami rem blong masuk ke jalur penyelamat.

BREBES, KOMPAS.com - Belum lama ini, tepatnya pada Kamis (7/10/2021), terjadi peristiwa rem blong yang dialami oleh truk kontainer di jalur fly over (FO) Kretek, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Beruntung, pengemudi truk tersebut dapat mengarahkan truknya menuju jalur penyelamat sehingga kecelakaan dapat dihindari.

Jalur penyelamat memang jadi salah satu fasilitas yang wajib ada di setiap jalur umum dengan elevasi jalan naik turun. Jalur penyelamat berfungsi sebagai emergency safety area yang dapat menghentikan laju kendaraan dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Tampang Toyota Avanza Veloz Generasi Baru Bocor, Begini Visualnya

Standarnya, jalur penyelamat harus memiliki dasar permukaan berupa kerikil (gravel) dan pasir. Sebab kedua material tersebut mampu menahan laju kendaraan dengan efektif. 

Pada ujung jalur penyelamat wajib diberi bantalan untuk meredam benturan. Pemanfaatan tumpukan ban adalah salah satu contoh bantalan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rem Blong Diakibatkan Pengemudi Lalai

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Gejolak Kawula Muda (@gejolak_kawula_muda)

Dari penuturan pengemudi truk yang mengalami kejadian rem blong tersebut, ia mengatakan bahwa truk melaju dengan gigi perseneling berada pada posisi 3. Besar kemungkinan, pengemudi hanya mengandalkan rem utama saat truk melaju di turunan fly over.

Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, menjelaskan bahwa pantang bagi pengemudi truk menggunakan gigi perseneling 3 bahkan lebih saat sedang melalui jalan menurun.

"Tidak ada di dalam kamus, bahwa untuk menuruni tanjakan seperti di fly over Kretek pakai gigi 3. Untuk turunan tajam sebaiknya pengemudi menggunakan gigi 1 lalu mengaktifkan exhaust brake," ujar Bambang kepada Kompas.com, Minggu (17/7/2021).

Baca juga: Siap Meluncur, Avanza Veloz Baru Sudah Bisa Dipesan

"Jadi selama menuruni turunan, kaki harus free, bebas dari kerjaan tidak boleh menginjak pedal apapun. Hanya sesekali saja menginjak pedal rem itu pun jika rpm (putaran mesin) naik hampir menyentuh batas merah," katanya melanjutkan.

Ia menekankan bahwa pengemudi harus selalu ingat dan paham, saat sudah melewati rambu peringatan akan memasuki jalur menurun, pengemudi wajib segera mengoper transmisi ke gigi 1.

Perkara sistem pengereman dan keselamatan pada truk kontainer, Bambang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan truk biasa.

"Sebenarnya sama saja, ada selang rem dari tractor head yang tersambung ke ekor. Jadi (sistem rem) sama saja, cuma tekanan anginnya diperpanjang melalui selang dari kepala ke ekor," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.