KNKT Imbau Pabrikan Motor Bikin Teknologi Engine Brake pada Skutik

Kompas.com - 14/10/2021, 09:22 WIB
Video pengendara skutik alami rem blong instagram.com/achmad_subechiVideo pengendara skutik alami rem blong

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jalanan dengan turunan yang ekstrem atau terjal kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Salah satu penyebab utamanya adalah rem blong.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, di daerah Mojokerto terjadi kecelakaan motor matik atau skutik rata-rata seminggu satu hingga dua kali.

Baca juga: Lakukan Ini untuk Meminimalisasi Risiko Rem Blong pada Sepeda Motor

"Ini cukup mencengangkan. Kecelakaan motor matik ini juga sudah kita teliti sejak dua tahun lalu, ada laporan masyarakat di Gunung Lio, Brebes. Setelah kita evaluasi, motor matik ini tidak memiliki engine brake," ujar Soerjanto dalam Media Rilis KNKT tentang Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Akibat Faktor Geometrik Jalan, di Jakarta, belum lama ini.

Diduga rem blong motor meluncur tak terkendali.Foto: Tangkapan layar Diduga rem blong motor meluncur tak terkendali.

Soerjanto mengatakan, banyak rem blong dialami oleh motor matik. Menurutnya, motor matik tidak memiliki engine brake sehingga mengandalkan rem utama.

"Ketika turunan panjang, lebih dari 3 km atau 2 km, yang akan terjadi adalah remnya mengalami panas yang luar biasa, sehingga rem blong," kata Soerjanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Waspada Rem Blong Akibat Vapor Lock

Menurut Soerjanto, motor matik itu kuat untuk dipakai menanjak, tetapi tidak kuat untuk dipakai menurun karena masalah rem tadi.

Viral video pengendara motor matik alami rem blonginstagram.com/achmad_subechi Viral video pengendara motor matik alami rem blong

"Terkadang, masyarakat di sekitar tempat ekstrem itu, membikin pengumuman, motor matik dilarang naik. Sebetulnya, itu adalah suatu pesan dari masyarakat di situ untuk memperingatkan kita, motor matik itu tidak digunakan untuk tempat yang naik turun. Artinya, motor matik itu cukup di perkotaan saja," ujar Soerjanto.

"Kami mengimbau kepada pabrikan motor untuk mengevaluasi, untuk memberikan fitur di motor matik itu juga seperti motor-motor biasa yang ada koplingnya. Sehingga, ada fungsi engine brake, entah teknologinya seperti apa," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.