Kompas.com - 08/10/2021, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum melakukan perjalanan terutama perjalanan jauh menggunakan mobil, pastikan mobil dalam kondisi prima dan siap untuk dikendarai.

Selain mesin, ban juga jadi salah satu bagian yang krusial, baik kondisi fisik dan penunjang lainnya. Salah satunya adalah memastikan tekanan udara pada ban sudah ideal yang masih kerap disepelekan oleh sebagian pengemudi.

Baca juga: Solidaritas Pengemudi Truk Patah oleh Penjahat Bersenjata

Tekanan angin itu krusial, kalau tidak sesuai dengan standar, maka akan mengganggu kenyamanan berkendara bahkan bisa menyebabkan kecelakaan akibat pecah ban.

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, menjaga tekanan ban bertujuan untuk memberikan kenyamanan serta memaksimalkan kinerja komponen lain seperti pengereman.

Setiap kendaraan mempunyai tekanan ban yang berbeda sesuai dengan berat dan beban yang diangkut oleh kendaraan tersebut.

tekanan udara banKompas.com/Fathan Radityasani tekanan udara ban

“Untuk kendaraan kosong tidak perlu tekanan udara yang tinggi agar tetap nyaman, tidak terlalu keras, keausan ban baik dan fungsi rem optimum,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Namun apabila kendaraan membawa muatan penuh, maka tekanan udara juga harus disesuaikan. Dengan demikian ban juga akan bekerja secara maksimal saat digunakan.

Baca juga: Cara Diler Honda Kenalkan All New BR-V ke Konsumen

“Jika tekanan udara yang ideal tidak diikuti, performa dari ban bisa berkurang. Misalnya ketika mobil kosong namun tekanan udaranya untuk mobil penuh maka kendaraan akan terasa keras,” katanya.

Apabila tekanan angin ban terlalu tinggi, akan berakibat pada setir yang terlalu ringan. Kondisi ini berakibat kendaraan akan lebih sulit dikendalikan. Kemudian, tingkat keausan ban juga tidak rata atau hanya bagian tengah saja yang menapak pada aspal.

Ilustrasi cek tekanan udara pada banamericatop10.com Ilustrasi cek tekanan udara pada ban

“Begitu juga sebaliknya jika kendaraan penuh tapi tekanan udaranya standar, maka mobil jadi tidak stabil dan bisa merusak dinding ban karena beban yang terlalu berat,” kata dia.

Baca juga: Kebiasaan Buruk Pengemudi yang Bisa Merusak Transmisi Mobil Matik

Menurut Zulpata, yang paling bagus adalah tekanan udara sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, tidak kelebihan dan juga tidak kekurangan.

Untuk mengetahui tekanan udara ban yang direkomendasikan oleh pabrikan, pengemudi bisa melihat pada placard yang biasanya tertempel pada bagian pintu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.